Tentang Ayah
Kali ini, saya mengerti seorang lelaki. Namun ketika ia berstatus Ayah. Sebenarnya menulis hal ini pun, hati tak sanggup karena pasti akan meneteskan air mata lagi.. Hanya saja, hari ini seorang Ayah yang bukan silsilah saya bercerita banyak hal. Tentang istrinya, tentang anaknya, tentang keluarga istrinya, tentang masa depannya, tentang sosialisasi keluarga istrinya, daan tentang keinginannya.. Ku iyakan semua, walau dalam hati sebenarnya kadang tak setuju.. Melihat seorang wanita menangis itu hal yang lumrah. Tapi, ketika seorang lelaki yang telah berstatus Ayah dan Suami, menangis, mendengar bising dihidungnya pecah, aku mengerti haru bahkan diriku merasa orang yang ingin sok pahlawan menenangkan tapi alhasil, aku kaku.. Lalu, tiba-tiba sekali aku merindukan sekali sosok itu. Sekalipun dalam sehari aku bisa melupakan masa itu. Sudah hampir 15 tahun tak melihat wajah bahkan suaranya dan 13 tahun mendengar ia telah jauh ke Maha Tinggi.. Sesekali saja, aku kadang berdo'a namu...