Postingan

Sentuhan

Bisa saja ini semacam teguran dari Allah. Mengingatkan kembali akan dosa-dosa kita di masa lampau. Atau dosa-dosa yang baru beberapa detik. Allah mengingatkan ku, seakan mengingatkan ku.. Bahwa, dakwah itu adalah sentuhan. Yang utama adalah keluarga. Terkadang, aku terlalu sibuk mengurus banyak hal diluar, sibuk memperbaiki para orang-orang diluar, sibuk mengobati para muslimah muslimah diluar.. Tapi, lupa bahwa, keluargaa ku juga butuh sentuhan itu. Apa aku kurang menyentuhnya? Karena perasaan, aku hanya berusaha untuk mengajak sebisa mungkin. Tapi memang, sepertinya saya harus lebih maksimal lagi. Seperti, ketika ada beberapa anak dan orangtua yang saya ajari, tapi untuk keluarga sendiri kadang tidak punya waktu sendiri. atau terkadang, pertemuan kami singkat.  serumah tapi quality time kurang.. Saya malu dan sedih. ketika tidak bisa berbuat banyak. Padahal saya mempunyai cita cita besar ingin berdakwah keliling dunia. ingin terus terjun dan aktif. ingin dipercaya dan diaman...

Hanya Kasih Sayangmu

Seharusnya, setiap orang beriman sudah beri'tikaf untuk Allah. Katakan, aku siap bekerja untukmu, ya Allah.. --- Ketika seorang anak yang mengatakan bahwa aku tak butuh yang lain. Aku hanya butuh kasih sayangmu, wahai orangtua. Mengertilahh... Saya memang melihat masih ada beberapa orang tua yang belum siap menjadi orang tua, tapi di sisi lain, saya sadar mereka juga sedang belajar dan berjuang. Mereka bangga kepada anak-anaknya, mereka senang bagaimana pun sifat anak-anaknya kepadanya.. Dan saya paham sebagai anak, masih belum memahami betul menjadi seorang anak. Bahkan belum memaknai hak-hak orangtua kepada anak. Hemm, inginku segera mengerti rasanya 😁😁 ----- 15 Ramadhan 1439 H

Penghasilan Luar Logika

Hidup dengan kesibukan berarti telah memaknai arti hidup. Semua orang telah berada pada ranah sibuk masing-masing. Ada yang sangat sibuk karena menghasilkan sesuatu bahkan ada yang sibuk karena tak menghasilkan. Dan aku termasuk yang kedua, untuk saat ini. Hahaha... Masa sekolah, sempat sambil ngajar privat. Yang dulu pernah merasakan bekerja tiga jenis dalam sehari, bisa dibilang 12 jam nonstop. Hingga ibadah ku bisa saja kendor. Masa kelimpungan dalam berbisnis hingga menghasilkan beberapa rupiah lalu dibagi dengan teman sesama bisnis. Itu masa menghasilkan ku... Laluuu, setelah aktif dalam dunia relawan. Dulunya, memang bermimpi menjadi salah satu penggiat sosial. Sekarang, hal itu terwujud. Akhirnya sibuk tiada henti hingga aku candu. Hingga aku sadar tak menghasilkan... Secara logika, kita bodoh ingin menjejalkan diri mengurusi yang lain ketika kita sendiri tak punya apa-apa. Tapi guys, kebodohan itu malah menjadi-jadi. Program semakin banyak dan membuat candu hari demi hari. ...

Hanya Butuh Waktu

Kali ini merasakan kebersamaan baru yang telah terkenang lama. Ada keluarga baru karena perpisahan dari keluarga lama. Begitulah sepertinya kehidupan. Seperti sosok yang telah cocok dengan jiwa, telah lama menyambung banyak waktu lalu pergi. Dan, datang sosok baru yang mesti bersuaka paksa dengan jiwa. Aku melihat hari ini, malam ini. Memang tak mudah untuk melihat pemandangan ini. Pemandangan bahwa, Sepupuku yang telah kehilangan seseorang Ibu bertahun-tahun, lalu diganti dengan sosok Ibu baru. Rasanyaa, aku akui tak bisa diungkapkan. Dan malam ini, pertama kali kami pergi makan diluar bersama setelah pernikahan Om ku dan Tante baru ku. Saya mah hanya keponakan, yang berusaha menyemangati suasana. Maklum, sepupu2 ku itu rata-rata introver. Dan rasanya kewajiban sebagai ekstrover dalam diri ku keluar. Aku seperti merasakan tiap detail bahwa diantara mereka ada yang menerima, atau belum menerima sekali. Anggap saja si bungsu. Ini pandanganku. Tapi, insya Allah, waktu akan menelan...

Menuntut Ilmu

Tarbiyah -Ummu Mujahidah- 04 Maret 2018 Menuntut ilmu itu hal yang dibutuhkan. Ada beberapa hati yang selamat, ada hati yang hidup. Jangan senantiasa hawa nafsu menjadi tuan. Hingga tidak takut akan adzabNya Allah, ada kampung akherat. Ada juga hati yang sakit, yaitu ketika kita telah mendapat lingkungan yang mendekatkan diri kita pada Allah. Lalu, kita kembali ke lingkungan yang justru menimbulkan banyak dosa. Tanyalah pada hati kita pada hari ini. Berada di posisi manakah hati kita? Bawalah hati untuk selalu bermunajat kepada Allah Swt. Mendekat ke orang-orang shaleh. Mari kita jujur di hadapan Allah Swt, terhadap noktah2 yang telah kita lakukan. Banyak2 istigfar.  Bermunajat kepada Allah Swt. Minta pertolongan kepada Allah Swt. Sandarkan semuanya kepada Allah Swt. Selalu membersihkan/mentazkiyah hati kita dengan hal hal baik. Beristigfar banyak2. Juga memperbanyak majelis ilmu karena dengan ilmu kita dapat membedakan yang haq dan yang bathil.

Sedekah for Palestina

Tabligh Akbar Syeikh Ali Jaber From ACT ada beberapa ulama yang malah merusak Islam. yang Nabi khawatirkan akan datang masa ummatku, dimana banyak imam yang menyesatkan. kesalahan ulama lebh bahaya dibanding kesalahan orang awwam kesalahan bukan dari hal hal duniawi. pasti kadang terjatuh pada dosa2 maksiat. Bagi orang shaleh, meninggalkan shalat berjama'ah adalah dosa. Meninggalkan kebaikan bagi kita adalah dosa. Malas obatnya adalah taubat. Tinggalkan maksiat. Tidak ada dosa yang tidak diampuni kecuali Istigfar. Apapun dosa kecil apatah lagi besar, diucapkan banyak2 Istigfar. Maka Allah akan ampuni. Justru orang shaleh selalu merasa kurang dalam beribadah, dalam berilmu. Belum tentu ibadah kita semua diterima oleh Allah. Allah yang lebih tahu diterima atau tidak ibadahnya. Hanya pengetahuan kita, apakah ibadah kita ini sah atau tidak. Kita tidak bisa menjawab diterima ibadahnya atau tidak. karena kita tahu, darimana kah hujjah yang didapat hingga ia melakukan hal tersebut...

Prepare

Ngaji Asyik DMKL Ust Hannanong, Lc. Wed 3 Maret 2018 -Prepare- *Muraqabah cukuplah Allah menjadi pengawas kita. Muraqabah. Selalu merasa di awasi oleh Allah. di Usia mudanya ia habiskan untuk kemaslahatan manusia. *Muhasabah evaluasi diri. Muhasabah bukan hanya setelah idul fitri. muhasabah bisa sehari,  sepekan, sebulan hingga setahun. Bagaimana agar memanaj waktu. Allah menyediakan waktu 24 jam untuk kita. 8 jam ut beribadah, 8 jam ut bekerja, dan 8 jam ut keseharian kita. *Mengistigfarkan diri. selalu mencoba meminta maaf kepada Allah. inilah yang dimaksud nabi orang pintar, yaitu menyiapkan segala perbekalan untuk dunia akherat. orang yang punya komitmen, ada persiapan untuk menghadapi kematian. Karena banyak orang pintar di dunia saja. Para sahabat mengatakan bahwa "aku rugi, ketika kita menganggap dunia ini adalah syurga. Dan menyia-nyiakan waktu". Seluruh amal kita, dicintai oleh Allah, diridhoi oleh Allah, itu adalah ibadah.. Nyata atau tidak nyata. Apap...