Hanya Butuh Waktu
Kali ini merasakan kebersamaan baru yang telah terkenang lama. Ada keluarga baru karena perpisahan dari keluarga lama. Begitulah sepertinya kehidupan.
Seperti sosok yang telah cocok dengan jiwa, telah lama menyambung banyak waktu lalu pergi. Dan, datang sosok baru yang mesti bersuaka paksa dengan jiwa.
Aku melihat hari ini, malam ini. Memang tak mudah untuk melihat pemandangan ini.
Pemandangan bahwa,
Sepupuku yang telah kehilangan seseorang Ibu bertahun-tahun, lalu diganti dengan sosok Ibu baru. Rasanyaa, aku akui tak bisa diungkapkan.
Dan malam ini, pertama kali kami pergi makan diluar bersama setelah pernikahan Om ku dan Tante baru ku. Saya mah hanya keponakan, yang berusaha menyemangati suasana. Maklum, sepupu2 ku itu rata-rata introver. Dan rasanya kewajiban sebagai ekstrover dalam diri ku keluar.
Aku seperti merasakan tiap detail bahwa diantara mereka ada yang menerima, atau belum menerima sekali. Anggap saja si bungsu. Ini pandanganku.
Tapi, insya Allah, waktu akan menelan rasa kesunyian hati itu.
Aku seakan merasakan detail bagaimana Om ku ini bingung. Mencari cara agar dekat dengan anak-anaknya. Walau kadang caranya kami tak mengerti. Berusaha melawan arus sepi dengan canda yang cukup menghibur. Sekali lagi, ingin memecah kesepian yang terjadi. Suasana baru yang terjadi.
Karena kehilangan sosok Ibu yang bertahun-tahun itu memang tak mudah diobati dengan Ibu baru. Itu hanya butuh waktu untuk beradaptasi. Dan tante baru ku, aku akui orang yang berusaha sabar mendekati semuanya..
Hanya butuh waktu..
Dan, aku berada di antara merekaa..
Dinner di Luar Rumah.
Wong Solo, Makassar, 24 April 2018
Komentar
Posting Komentar