Penghasilan Luar Logika
Hidup dengan kesibukan berarti telah memaknai arti hidup. Semua orang telah berada pada ranah sibuk masing-masing. Ada yang sangat sibuk karena menghasilkan sesuatu bahkan ada yang sibuk karena tak menghasilkan. Dan aku termasuk yang kedua, untuk saat ini. Hahaha...
Masa sekolah, sempat sambil ngajar privat. Yang dulu pernah merasakan bekerja tiga jenis dalam sehari, bisa dibilang 12 jam nonstop. Hingga ibadah ku bisa saja kendor. Masa kelimpungan dalam berbisnis hingga menghasilkan beberapa rupiah lalu dibagi dengan teman sesama bisnis. Itu masa menghasilkan ku...
Laluuu, setelah aktif dalam dunia relawan. Dulunya, memang bermimpi menjadi salah satu penggiat sosial. Sekarang, hal itu terwujud. Akhirnya sibuk tiada henti hingga aku candu. Hingga aku sadar tak menghasilkan...
Secara logika, kita bodoh ingin menjejalkan diri mengurusi yang lain ketika kita sendiri tak punya apa-apa. Tapi guys, kebodohan itu malah menjadi-jadi. Program semakin banyak dan membuat candu hari demi hari.
Tak salah ketika Kakak saya mengatakan, boleh ikut relawan-relawan begitu, tapi dirimu juga harus dipenuhi kebutuhannya di dunia.. Tak salah bukan? Betul sekali yang dikatakan Kakak Pertama saya itu. Tapii, saya hanya merasa pikirannya masih terbelenggu dengan logika.
Lalu, kenapa kami masih mau saja? Setelah saya telisik, memandang teman2 satu demi satu, saya berani katakan bahwa karena mereka telah dipilih... Dipilih siapa? Insya Allah, dipilih Allah.. Kenapa bisa? Entahlah, saya menilai dari tiap karakter teman2 dibanding teman2 diluar relawan. Mungkin pembaca juga bisa telisik lebih dalam makna tulisan ini.
----
Di Kurir Langit misalnya, komunitas yang saya jalani dan ingin terus saya jalani ini. Setiap teman2 yang masuk, mereka sepertinya memang mempunyai watak sosial yang berbeda. Dengan segala aspek kepemilikan seperti bakat, canda, ilmu, keahlian masing-masing. Dan bukan hanya di Kurir Langit, bahkan di komunitas lain pun akan merasakannya.
Alhamdulillah, saya bersyukur untuk mama, keluarga besar lainnya, sahabat2 lama saya mengerti kesibukan yang tak menghasilkan materi ini. Mama yang selalu mengatakan kalau saya hampir tiap hari keluar, tapi jalannya sudah tahu kalau sedang mengurusi dhuafa. Kenapa kamu terus, katanya. Biar pahalanya juga ke Aku. Kataku..
Kemarin, sudah 4 tahun Kurir Langit. Tahun pertama, aku belum kenal gerakan ini. Tahun kedua, mulai dikenal tapi sebatas bantu dhuafa dan pernh jdi peserta undangan miladnya. Tahun ketiga, sudah masuk jadi bagian Klinik Gratis bahkan nulis buku untuk Kurir Langit. Dan, Tahun Keempat, sudah jadi Manager Kesehatan dan terbentuknya empat dewan. Alhamdulillah, sudah bergerak nyata.
Sekarang, kedepannya semoga Kurir Langit bukan hanya membantu para dhuafa tetapi kedepan menjadi wasilah mendapatkan hidayah untuk hijrah lebih baik.
----
Btw, tahun keempat kemarin, perayaan cukup sederhana. Alhamdulillah, Allah mengenalkan kami dengan Ust Luqmanul Hakim, Kak Mirani Mauliza, Bang Een, dan Bunda Uun. Luar biasa. Semoga Allah terus mendekatkan kami dengan orang-orang shaleh. Seperti do'a nabi Syu'aib agar kematiannya berada disekeliling orang-orang shaleh.
Dan kedepan, bisa mengenal lebih banyak lagi ulama-ulama yang selalu senang membagi ilmunya. Serta, suatu saat pula menjadi risalah untuk membagi ilmu2 Allah di seantero dunia...
---
Maka do'a kali ini, sesuai surah Al-Furqon:74, "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."
Bola Soba'e - Hijrah Day - Klik
26-27 April 2018
Komentar
Posting Komentar