BERSAMA KELELAHAN...
Ingin rasanya berhenti sejenak dari aktifitas setiap hari. Ingin
memulai yang baru lagi, dan bertemu orang baru. Ingin memulai perjalanan baru
dan bertemu dengan ilmu baru. Ingin menjajaki diri dengan perubahan yang
meruntut pada tantangan, sembari asyik menikmati.
Seperti kata-kata pujangga dari bung Andrea Hirata, “kehidupan
dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan
molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda,
berkembang, terurai dan berpencar ke arah yang mengejutkan..”
Semakin menjajaki, semakin menggila juga. Teruntuk bagi orang-orang
yang merasa ingin tampil beda. Beda dalam peraduan Ilahi, beda pula dalam
peraduan Ibu Pertiwi. Kadang jiwa akan lelah.. semakin lelah dengan pikiran tak
berealita. Hidup dengan ketidak pastian, dan berujung pada keletihan.
Lelah.. lelah dengan aktifitas yang beruntut tiap hari. Mengandalkan
segala fisik, pikiran dan emosi. Hasilnya, akan begitu juga setiap harinya.
Beruntut dengan pekerjaan, sekolah, serta urusan rumah yang tiada henti.
“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan Allah dengan
sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah : 153)
Allah menghimpun kita untuk melaksanakan SHALAT dan SABAR sebagai
pedoman dalam setiap sendi kehidupan. Apapun warnanya. Dan, Allah meyakinkan
kepada makhluknya bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar.
Tetapi melihat aktivitas Rasulullah dan para sahabat di luar shalat,
Ustad Zalim A. Fillah dalam bukunya Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim,
berhimpun bahwa beliau menjadi sangat maklum jika shalat dianggap istirahat.
Bagaimana tidak, sementara waktu mereka diisi sepenuh bakti untuk kerja-kerja
besar yang bernilai dunia akhirat. Di sana mereka bertemu dengan aneka beban
berat, halang rintang yang silih berganti, dan kesulitan yang menguras energi
raga dan jiwa. Maka Allah yang Pengasih memanggil mereka dengan kewelasan dan
rahmat, memberikan istirahat dalam kesejukan perjumpaan.
Begitu berharga nikmat dan rahmat Allah. HambaNya yang diberikan
Allah keistiqamahan dalam dakwah adalah nikmat yang terbaik.
Allah tahu kamu lelah..
Allah tahu itu sulit untukmu..
Tapi kamu juga harus tahu,
Bahwa Allah tidak pernah,
Menempatkanmu pada situasi,
Yang kamu tidak bisa hadapi…
“Bila
kita merasa letih karena berbuat kebaikan, maka sesungguhnya keletihan itu akan
hilang dan kebaikan akan kekal.
Bila
kita bersenang-senang dengan dosa, kesenangan itu akan hilang dan dosa yang
akan kekal.”
(Umar
bin Khattab)
-NOVEMBER 2015-
Komentar
Posting Komentar