SIMPLE ORIGINALLY
***
Ada hal yang sederhana. Banyak hal yang sederhana, tapi terlupakan.
Kadang hati tak ingin sekedar menjadi ikan dalam akuarium. Yang teropsisi di bawah pengaruh orang dewasa. Karena, sang pribadi pun punya jalannya sendiri untuk maju. Ingin merasa bebas dan lapang, tanpa membawa nama turunan atau sekedar menumpang dibawah keluarga.
Lalu, jalan kebangkitan itu bisa dimulai dari hari ini. Tak perlu menunggu sesuatu yang besar. Sederhana saja untuk hari ini, tapi lebih baik dari kemarin. Dimulai dari bangun pagi hingga tidur kembali. Kebiasaan yang baik dan pikiran yang baik.^^
***
Akhir-akhir ini, Kabupaten lagi marak-maraknya karena perlombaan MTQ. Ramai, banyak, seru, dan berkah Al-qur'an nya, insya Allah..
Walaupun pernah menjadi bagian kecil dari perlombaan ini namun rasanya beda. Bangga menjadi tuan rumah di Kabupaten sendiri bahkan di lingkungan sekitar rumah sendiri. Sederhananya itu..
Lantunan ayat Al-Qur'an dimana-mana, melihat mereka berjuang menghafal Al-Qur'an, serta anak-anak dini yang sudah didekatkan dengan Al-Qur'an. Naah, semoga dengan ada perlombaan seperti ini, niatnya untuk mengapresiasi dan memotivasi para penerus Al-Qur'an. Jika menang, Alhamdulillah dan jika tak menang, bersyukur juga bisa menjadi part of one dari MTQ ini. Niatnya untuk menyuburkan semangat Al-Qur'an. Just simple thing.
***
Mempunyai waktu kebersamaan dengan keluarga memang important. Cengkrama, bercanda dan mengusik segala kegundahan. That is expensive time. Jarang rasanya bisa jalan-jalan sama2 dan akhirnya menemukan waktu yang pas. (with mom :D ).
Tapi, ada banyak diluar sana yang tak memiliki keharmonisan yang sama. Ada yang tak sejalan dengan keluarganya, ada yang brokenhome, dsb. Mungkin menurut mereka, 'harmonis' itu bagaimana. Harmonis itu sederhana, tapi 'sulit' didapat.
Keluarga, bagaimana pun bentuknya mereka tetap bagian dari hidup yang terpenting. Bagian diri yang tak bisa dipisahkan. Ada tempat khusus di hati. Dan ada pahala besar disisiNya.
Bagaimanapun situasi, kondisi, dan lingkungannya kita harus menjaga keharmonisan itu. Mencari, menjaga dan menjaga harmonis sederhana itu..
***
Menjadi sosok wanita itu tak mudah. Kadang menjadi ladang pahala namun tak kurang jadi fitnah. Menjaga diri, that is important than anymore. Tapi itulah seninya. Allah melebihkan hingga pahalanya Syurga.
Kata Rasulullah SAW, Ada empat hal yang perlu dilakukan oleh wanita hingga kita dapat memilih Syurga dimanapun yang kita inginkan, yaitu (1). Menjaga shalatnya (2). Menjaga puasa Ramadhan (3). Menjaga diri dan auratnya dan (4). Berbakti pada suaminya.
Heem,, simple yaa. Tapi, kenyataannya gimana?
***
Anak-anak yaa... makin pintar saja.
"kalau saya sudah kerja nanti, bisa ma' merokok?"
Whaaatt??? pertanyaan polos anak usia 5 tahun, kok bisa-bisanya nanya yang jauh-jauh seperti itu. Apalagi tentang rokok.
Tapi sejauh mana ia memperoleh info tentang rokok, sejauh mana pula hanya jika ia dewasa bisa merokok, atau secara simple nya dari mana ia mendapatkan kata 'rokok' keluar dari mulutnya...
Masya Allah, entah ini terlalu pintar atau terlalu cerewet cepat memahami lingkungannya. Maklum, kakak laki-laki dan ayahnya jadi panutannya mungkin.
Kasian anak-anak zaman sekarang, mereka gampang terkena efek 'negatif' globalisasi. Susah menyaring yang baik atau buruk. Ditambah peran orang tua yang sibuk, tak sempat memperhatikan perkembangannya.
Waah, jadi belajar saja.. Memahami sikap-sikap 'mereka' dan mempersiapkan jauh-jauh hari.
***
Setelah pertanyaan konyol anak usia 5 tahun diatas, sekarang Indonesia ditambah dengan 'ancaman' baru.
Pencabutan pelarangan mirass.. wah, it's crazy think !!!
Ini Indonesiaa pak, bukan negara Barat.
But, itulah ancaman!! -mungkin sebagian masyarakat menganggapnya bukan ancaman-
Now, harus kita sadari bahwa inilah akhir zaman, dimana kita dipimpin oleh orang-orang semacam ini.
Kita harus menjadi masyarakat yang 'asing' terhadap barang tersebut. Rasulullah SAW telah menegaskan, untuk beristiqamah menjadi 'asing' di akhir zaman ini.
***
One way to do...
Jadilah muda yang mulia, berprestasi, dan tak putus untuk terus belajar walau dari hal yang sesederhana pun. (back to me too) :D
#give the best gift for your self
Ada hal yang sederhana. Banyak hal yang sederhana, tapi terlupakan.
Kadang hati tak ingin sekedar menjadi ikan dalam akuarium. Yang teropsisi di bawah pengaruh orang dewasa. Karena, sang pribadi pun punya jalannya sendiri untuk maju. Ingin merasa bebas dan lapang, tanpa membawa nama turunan atau sekedar menumpang dibawah keluarga.
Lalu, jalan kebangkitan itu bisa dimulai dari hari ini. Tak perlu menunggu sesuatu yang besar. Sederhana saja untuk hari ini, tapi lebih baik dari kemarin. Dimulai dari bangun pagi hingga tidur kembali. Kebiasaan yang baik dan pikiran yang baik.^^
***
Akhir-akhir ini, Kabupaten lagi marak-maraknya karena perlombaan MTQ. Ramai, banyak, seru, dan berkah Al-qur'an nya, insya Allah..
Walaupun pernah menjadi bagian kecil dari perlombaan ini namun rasanya beda. Bangga menjadi tuan rumah di Kabupaten sendiri bahkan di lingkungan sekitar rumah sendiri. Sederhananya itu..
Lantunan ayat Al-Qur'an dimana-mana, melihat mereka berjuang menghafal Al-Qur'an, serta anak-anak dini yang sudah didekatkan dengan Al-Qur'an. Naah, semoga dengan ada perlombaan seperti ini, niatnya untuk mengapresiasi dan memotivasi para penerus Al-Qur'an. Jika menang, Alhamdulillah dan jika tak menang, bersyukur juga bisa menjadi part of one dari MTQ ini. Niatnya untuk menyuburkan semangat Al-Qur'an. Just simple thing.
***
Mempunyai waktu kebersamaan dengan keluarga memang important. Cengkrama, bercanda dan mengusik segala kegundahan. That is expensive time. Jarang rasanya bisa jalan-jalan sama2 dan akhirnya menemukan waktu yang pas. (with mom :D ).
Tapi, ada banyak diluar sana yang tak memiliki keharmonisan yang sama. Ada yang tak sejalan dengan keluarganya, ada yang brokenhome, dsb. Mungkin menurut mereka, 'harmonis' itu bagaimana. Harmonis itu sederhana, tapi 'sulit' didapat.
Keluarga, bagaimana pun bentuknya mereka tetap bagian dari hidup yang terpenting. Bagian diri yang tak bisa dipisahkan. Ada tempat khusus di hati. Dan ada pahala besar disisiNya.
Bagaimanapun situasi, kondisi, dan lingkungannya kita harus menjaga keharmonisan itu. Mencari, menjaga dan menjaga harmonis sederhana itu..
***
Menjadi sosok wanita itu tak mudah. Kadang menjadi ladang pahala namun tak kurang jadi fitnah. Menjaga diri, that is important than anymore. Tapi itulah seninya. Allah melebihkan hingga pahalanya Syurga.
Kata Rasulullah SAW, Ada empat hal yang perlu dilakukan oleh wanita hingga kita dapat memilih Syurga dimanapun yang kita inginkan, yaitu (1). Menjaga shalatnya (2). Menjaga puasa Ramadhan (3). Menjaga diri dan auratnya dan (4). Berbakti pada suaminya.
Heem,, simple yaa. Tapi, kenyataannya gimana?
***
Anak-anak yaa... makin pintar saja.
"kalau saya sudah kerja nanti, bisa ma' merokok?"
Whaaatt??? pertanyaan polos anak usia 5 tahun, kok bisa-bisanya nanya yang jauh-jauh seperti itu. Apalagi tentang rokok.
Tapi sejauh mana ia memperoleh info tentang rokok, sejauh mana pula hanya jika ia dewasa bisa merokok, atau secara simple nya dari mana ia mendapatkan kata 'rokok' keluar dari mulutnya...
Masya Allah, entah ini terlalu pintar atau terlalu cerewet cepat memahami lingkungannya. Maklum, kakak laki-laki dan ayahnya jadi panutannya mungkin.
Kasian anak-anak zaman sekarang, mereka gampang terkena efek 'negatif' globalisasi. Susah menyaring yang baik atau buruk. Ditambah peran orang tua yang sibuk, tak sempat memperhatikan perkembangannya.
Waah, jadi belajar saja.. Memahami sikap-sikap 'mereka' dan mempersiapkan jauh-jauh hari.
***
Setelah pertanyaan konyol anak usia 5 tahun diatas, sekarang Indonesia ditambah dengan 'ancaman' baru.
Pencabutan pelarangan mirass.. wah, it's crazy think !!!
Ini Indonesiaa pak, bukan negara Barat.
But, itulah ancaman!! -mungkin sebagian masyarakat menganggapnya bukan ancaman-
Now, harus kita sadari bahwa inilah akhir zaman, dimana kita dipimpin oleh orang-orang semacam ini.
Kita harus menjadi masyarakat yang 'asing' terhadap barang tersebut. Rasulullah SAW telah menegaskan, untuk beristiqamah menjadi 'asing' di akhir zaman ini.
***
One way to do...
Jadilah muda yang mulia, berprestasi, dan tak putus untuk terus belajar walau dari hal yang sesederhana pun. (back to me too) :D
#give the best gift for your self
Komentar
Posting Komentar