KETIKA 'RASA' ITU...
Ketika rasa itu datang…
Rasa yang tak dapat dihindari
oleh semua ummat manusia, termasuk para penuntut ilmu, orang-orang beriman yang
sementara diuji oleh Allah terhadap rasa tersebut.
Karena ‘ia’ fitrah.. rasa itu
fitrah untuk semua orang, tak terkecuali. Dan, memang Islam telah
menempatkannya disemestinya.
Syaikh Abdul Halim Muhammad Abu
Syuqqah menuturkan, “Sesungguhnya cinta seorang laki-laki kepada perempuan dan
sebaliknya adalah perasaan yang manusiawi, yang bersumber dari fitrah yang
diciptakan Allah dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenis
ketika mereka telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Kecenderungan ini
beserta hal-hal yang mengikutinya pada dasarnya bukan sesuatu yang kotor,
karena kotoran dan kesucian itu bergantung pada bingkai tempat bertolaknya.”
Sulit memang menafsirkan
bagaimana memulai bahkan mengakhiri. Membuncah tanpa gerakan nyata. Mencoba
memahami dengan kata-kata, namun kata-kata telah terkalahkan.
Namun, orang yang telah memaknai
kedekatannya pada Allah. Ia akan berusaha menutup dan tak mengganggu kesucian
itu, hingga ia yakin terhadap ketetapan Allah pada dirinya. Berbeda halnya
dengan beberapa orang mengambil jalan layaknya pacaran. Yang tak memahami bahwa
jodoh ditangan sang Rabbinya. Bagaimanapun seluruh manusia ingin menjodohkan,
jika Allah tak berkehendak, maka tak akan ada jalan. Karena, konsep pengaturan
oleh Allah lebih indah dari persangkaan manusia. Of course.. ^^
Ingat kisah Fatimah dan Ali bin
Abi Thalib, hingga syaitan pun tak menyangka akan perasaan mereka. Jika syaitan
tahu, maka syaitan pun akan mengganggu Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib.
Fatimah, putri kesayangan Rasulullah, sangat mirip dengan sang ayah. Sehingga
banyak kalangan sahabat yang tertarik pada Fatimah. Sebut saja Abu Bakar
Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, dan Usman bin Affan. Mereka para khalifah
sekaligus muslim yang tak perlu di pertanyakan keimanannya, kekayaannya, dan
perjuangannya terhadap Islam. Namun, Fatimah memilih Ali bin Abi Thalib.
Seorang pemuda miskin diantara para sahabat. Satu hal yang dapat ditangkap
yaitu soal ‘rasa’. Rasa yang berbeda dirasakan terhadap sahabat-sahabat
Rasulullah yang lainnya. Sulit yaa, memahami? Saya pun tak kuasa memberi
kata-kata lebih.
Seperti Kang Abay mengatakan di ‘jodoh
dunia-akherat’nya… rahasia, tapi ada di masa depan. Waahhh…. Jadi baper?
Serahkan semua sama Allah saja, biarkan Dia yang memilihkan untuk kita…^^
Eits… eits…
Kata-kataku terlalu penuh
romantika kayaknya, hehe… sudahlah, intinya yuuk kutip sedikit dari buku
‘Halaqah cinta’nya ust.Arif Rahman Lubis.
“Allah tidak hanya menciptakan
orang berbeda-beda warna kulitnya, parasnya, dan bentuk tubuhnya, tapi juga
mengatur jodoh mereka. Rasulullah meminta agar seseorang menikah yang taat
beragama agar beruntung. Maka yang terbaik bagi kita adalah fokus pada apa yang
ada dalam diri kita. Mari memperbaiki hati, akhlak, dan agama kita, karena
manfaat yang kita tebarkan. Allah yang menanamkan rasa cinta dan kasih sayang
kepada kita.”
Heem… sebagai wanita, rasanya kita
masih sangat jauh mengikuti para shahabiyah-shahabiyah seperti Khadijah,
Aisyah, dan lain-lain. Insya Allah, sama-sama berusaha memperbaiki diri sebaik
mungkin, ukhti...^^
*Jomblo sampai halal…. :D
Barru, 28 April 2016
Komentar
Posting Komentar