KEPEDIHAN AKAN SIRNA, PAHALA TERSISA
Ketahuilah wahai saudaraku
–semoga Allah merahmati Anda- sungguh Anda akan menemui masa-masa yang sulit,
masa-masa yang melelahkan, dan berbagai ujian, padahal Anda tengah berjalan di
atas jalan kebenaran dan disibukkan oleh berbagai aktifitas dalam Islam.
Apabila Anda teguh di atas kebenaran dan sabar menghadapi berbagai ujian,
niscaya kepedihan akan sirna, kelelahan akan hilang, dan yang tersisa bagi Anda
adalah ganjaran dan pahala. Insya Allah.
Tidakkah
Anda lihat, seseorang yang menunaikan shiyam di hari yang sangat panas,
bukankah lapar dan dahaganya sirna seketika saat setetes air melewati
kerongkongannya seraya mengucapkan do’a yang diajarkan oleh Nabi saw,
“Telah sirna haus dahaga, telah basah kerongkongan, dan telah tetap
pahala insya Allah.” (HR. Bukhari-Muslim)
Begitu
pun bersamaan dengan langkah pertama Anda di dalam surga akan hilang segala
kelelahan yang pernah Anda rasakan, segala keresahan yang menimpa Anda, dan
segala luka yang Anda dapatkan di jalan Allah. Akan dikatakan kepada Anda,
“Adakah kamu lihat sesuatu yang tidak mengenakkan?” Lalu Anda menjawab –setelah
Anda merasakan sekejap saja nikmatnya surga, “Demi Allah, tidak wahai Rabbi!
Aku tidak melihat sesuatu pun yang tidak mengenakkan.” (HR. Muslim, Ahmad dan
Ibnu Majah).
Kelelahan
dan kepedihan Anda telah usai. Semuanya telah berubah menjadi kegembiraan,
kesejahteraan, dan kesenangan. Ganjaran dan pahala telah nyata bagi Anda, dan
Allah akan menambahkan lagi karunia-Nya. Juga, Dia akan memuliakan Anda dengan
kemuliaan sesuai dengan kemuliaan dan kepemurahanNya. Di saat itulah Anda akan
berandai-andai jika saja usaha Anda di jalan Dien ini lebih banyak da lebih
banyak lagi. Jika saja bangun Anda di waktu malam karena Allah lebih dan lebih
banyak lagi. Jika saja kepergian Anda menjauhi dunia lebih banyak lagi. Jika
saja pengorbanan Anda di jalan Allah ini lebih dan lebih. Bahkan Anda
berandai-andai –seperti seorang syahid-, andai saja Anda dikembalikan ke dunia
dan terbunuh di jalan Allah, lalu dihidupkan, lalu terbunuh, lalu dihidupkan, lalu
terbunuh lagi, disebabkan Anda telah menyaksikan karunia dan kemuliaan yang
dianugerahkan oleh Allah kepada para syuhada.
“Tidak
ada seorang pun yang masuk surga mengangankan dikembalikan ke dunia, bahwa
seluruh yang ada di muka Bumi menjadi miliknya, selain orang yang mati syahid.
Sesungguhnya dia mengangankan kembali ke dunia lalu terbunuh sepuluh kali,
disebabkan ia menyaksikan karamah, (menyaksikan keutamaan mati syahid).” (HR.
Al-Bukhari, Muslim dan At-Tirmidzi).
*kutip buku ‘Nasehat-Nasehat Rasulullah
SAW’
*oleh Dr. Abdullah Azzam
Barru, 09 August 2016
Komentar
Posting Komentar