SEKOLAH KEHIDUPAN

#kutip...

Sebongkah ilmu yang tak akan pernah surut. Belajar dari tulisan kak Mayyadah (penulis ‘Membaca Semesta’ asli anak Barru). Di tulisan “Sekolah Kehidupan”nya halaman 108-109...^^

“Ya, sekolah adalah salah satu jenjang kehidupan dalam pembentukan karakter manusia. Sekolah bukanlah sekolah untuk mengejar nilai rapor atau IPK, bukan pula gelar di samping nama. Sekolah selalu lebih dari itu, seharusnya lebih dari semua itu. Seperti kalimat John Dewey: pendidikan itu sama sekali bukan tempat untuk mempersiapkan manusia menghadapi kehidupan, tetapi pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.”

“Maka, bisa jadi bukan aku saja yang terheran-heran melihat seorang manusia bergelar panjang di belakang namanya, tapi menghormati orang yang dibawahnya ia belum bisa. Terpelajar, tapi tidak terdidik.”

“Suatu hari aku bertemu seorang lelaki berkepala setengah botak, berkacamata, dan ia megeluarkan sumpah-serapah tak pantas di hadapan seorang mahasiswa. Nama binatang hingga nama kotoran binatang pun keluar dari mulutnya. Aku tercengang saat seorang kawan berbisik: dia professor ilmu agama! Mendadak aku takut jadi doktor, apalagi professor. Takut tak bisa mempertanggungjawabkannya.”

“Bodoh amat, May, yang penting tunjangan semakin banyak! Semakin banyak gelar, semakin naik golongan. Semakin naik golongan, semakin terjamin masa depan!” celoteh salah seorang teman kampus. Di sampingku seorang ibu-ibu yang nampaknya sudah memakai gigi tiruan, usianya mungkin lebih tua dari ibuku, juga mengambil s2 sepertiku, ikut nimbrung. “Tahun depan insya Allah saya mau nyalon anggota dewan. Makanya, harus cepat-cepat selesai masternya!”

“Aku terdiam, termenung, mengukur semangat ibu-ibu itu. Apakah aku juga seperti itu? Mengejar gelar, bukan meraih gelar? Kalau dipikir-pikir, sudah cukupkah ilmu yang aku dapatkan untuk kubekali anak-anakku nanti. Untuk apa pula aku sekolah capek-capek begini?”

“Tidak! Aku tidak boleh skeptis begitu! Bagaimanapun juga, pohon yang lebih tinggi akan dipanjat lebih tinggi. Pohon yang diberi nutrisi yang lebih baik akan menghasilkan buah yang bagus pula. Dan semakin tinggi, angin yang menerjangnya akan semakin kuat, semakin keras dari segala penjuru.”

“Bukan gelar ini yang lebih penting. Tetapi pergaulan dan orang-orang yang lebih beragam yang kutemui. Semua itu adalah sumber pembacaan yang akan membuatku jadi kaya, kaya batin semoga. Untuk itu, aku tak akan berhenti sampai di satu-dua jenjang saja.”

Barru, 11 Juni 2016


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover