Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

LAPIS KEBERKAHAN

“Satu hal yang sering kita dengar ungkapan dari Nabi SAW, carilah kawan sebelum memilih perjalanan, dan carilah tetangga sebelum memilih rumah. Artinya, siapa yang akan bersama kita dalam lingkungan ini maupun secara umum amat sangat penting. Demikian pula masalah jodoh, yang sering dirisaukan oleh sebagian besar dari kita adalah siapa yang kelak akan menkadi pendamping hidup kita dalam mengarungi bahtera rumah tangga.” “Syariat memberikan panduan penting masalah jodoh bahwasanya Rasulullah SAW, memaparkan bahwa wanita dinikahi karena 4 hal. Karena kecantikannya, karena kehormatan nasabnya, karena hartanya dan karena agamanya. Seakan-akan terkadang banyak orang yang melihat karena kecantikan, lalu sedikit lagi karena keturunan, lalu sedikit lagi hartanya, dan jauh lebih sedikit lagi karena agamanya. Memperhatikan agamanya menurut jumhur Ulama, adalah hal yang penting untuk disyaratkan. Kata Nabi SAW, maka pilihlah olehmu karena agama, maka engkau akan beruntung. Keberuntungan dima...

TIDAK ADA NAMANYA KEBETULAN

TIDAK ADA NAMANYA KEBETULAN, Semua Terjadi Atas Izin Allah. Saudaraku, Pernahkah saat kau duduk santai & menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang? Itu adalah Allah yang sedng berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu. Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang disekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati? Itulah adalah Allah yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara padaNya. Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya atau kau menerima telepon darinya? Itu adalah kuasa Allah yang sedang menghiburmu. Tidak ada yang namanya kebetulan. Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk didapatkan? Itu adalah Allah yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya. ...

MENULIS DALAM PIKIRAN

Hujan mengaliri ideku kembali. Seperti ia mengalir pelan di jendela rumah, turun mengudara nan lembut. Aku merindukannya.. hujan. Setiap tetesnya adalah berkah. Setiap jatuhnya adalah nikmat. Setiap gemericiknya adalah alunan. Dan setiap nampaknya adalah kehangatan. Aku hanya sedikit tak suka, ketika hujan membuatku mengenang banyak hal. Hingga menginginkan banyak hal dan menyadari banyak hal. Itu seperti melelahkan. Seperti berada pada peraduan sudut kamar, dingin, gelap dan sendiri. Membicarakan penalaran abstrak dan diagram pada diri. Entah kali benar atau semu. Aku hanya tak paham. Sering menjajaki lewat logika hujan. Namun, hanya saja begitu dingin. Hangatnya meredup sendiri. Kubuka maksudnya lagi, namun aku masih tak paham. Ada apa numerik? Angkanya mulai keboblosan. Aku semakin tak paham..  Seperti jejakan tatih di alun-alun hati. Hujan membasahi sukmaku. Aku terbawa. Terlena akan prasangka. Sungguh sulit menvisualisasikannya. Kali ini, kubiarkan hujan menda...

ADA PESAN KUTITIPKAN

Dibalik jendela demokrasi Ada pesan kutitipkan padamu, negeriku Pesan isyarat yang tumpah ruah Untuk melukiskan betapa inginnya hati dihibur             Untuk satu revolusi, untuk satu parsimoni             Mewujudkan kerukunan bangsa yang diidamkan             Untukmu wahai para pemimpin             Dengarlah bisikan kami Kemarin, media memberitakan negeriku Para pemimpinku sedang kacau balau Sistemnya anarkis hingga individualis Korupsi tak ubahnya candu yang telah merajalela ke pelosok khatulistiwa                         Saat ini, orang-orang biadab yang tak paham ilmu angkat bicara        ...

DUNIA INI MELELAHKAN

Dunia ini melelahkan Semakin dikejar, semakin melelahkan Semakin diinginkan, semakin melenakan Semakin dekat, semakin menipu Yah, dunia ini melelahkan Kecuali bersama mereka selalu Bersama keluarga, sahabat, dan para handai tauladan dalam satu iman Saling merangkul kebermanfaatan sosial dan berbagi Kecuali bersama mereka selalu Bersama berbagi canda dan tawa, kebaikan dan kebersamaan Kadang aku lelah... Namun ketika amanah dan tanggung jawab serta impian melebur jadi satu Aku merasakan kembali sari pati kehidupan Bersama cinta.. Bersama kasih.. Yang ada di hati.. Jika dunia bukan tempat persinggahan menyusun amal, Apalah arti hidup sekarang ini.. Jika bukan karena Rahmat, Berkah dan Hidayah dari sang Maha Pencipta, Apalah arti hidup sekarang ini.. Home, 08 Oktober 2016 08.58 p.m

THIS IS ME

Alhamdulillah.. menjalani kehidupan dunia memasuki seperempat abad. Woaahh... Setiap tahun, ada saja yang akan saya tulis. Dalam memasuki era kehidupan baru, misalnya. Akhirnya pula aku menemukan catatan di tahun 2013, 2014, dan 2015. Ternyata target-target yang aku inginkan ditiap tahun dan di usia baru, telah banyak terjadi dan masih banyak pula yang belum terjadi. Hingga sekarang, visi misi itu masih tertulis erat. “Di usia yang baru, semoga bisa memperbaiki diri lebih baik. Pemuda harus banyak berkarya, hari ini, dirikulah... usia baru, dan semangat baru.” (Tulisan 2013). “Umur/usia menjadi landasan buatku untuk memacu kehidupan. Apa yang telah aku alami, jalani dan yang terbentuk dari hidupku. Semoga selalu menjadi pengembangan & pembelajaran. Apa yang telah aku usahakan sampai hari ini dan berbuah apa. Apakah telah berguna untuk agamaku, bangsaku, keluargaku, atau diriku? Semuanya perlu muhasabah kembali. Sikap apa yang terbentuk dalam diri, kedekatan kita pada s...