ADA PESAN KUTITIPKAN
Dibalik
jendela demokrasi
Ada
pesan kutitipkan padamu, negeriku
Pesan
isyarat yang tumpah ruah
Untuk
melukiskan betapa inginnya hati dihibur
Untuk satu revolusi, untuk satu parsimoni
Mewujudkan kerukunan bangsa yang
diidamkan
Untukmu wahai para pemimpin
Dengarlah bisikan kami
Kemarin,
media memberitakan negeriku
Para
pemimpinku sedang kacau balau
Sistemnya
anarkis hingga individualis
Korupsi
tak ubahnya candu yang telah merajalela ke pelosok khatulistiwa
Saat ini, orang-orang biadab yang
tak paham ilmu angkat bicara
Seakan mengetahui namun tak memahami
Banyak faksi kini kuat berpihak
Hingga citra persatuan bangsa ini
semakin luntur
Esok,
entah hikayat cerita apa lagi pada bangsaku
Fantasi
apa yang terjadi pada masa depanku
Segala
anekdot kuat mewarnai politikku
Dan,
semua panorama dibalik jendela demokrasi..
Wahai pemimpin, mengharapkan
sempurna pada dirimu adalah mustahil
Mengharapkan kesempurnaan dan
kesejahteraan dari kepemimpinanmu adalah skeptis
Karena pengharapan kepada hambaNya
adalah kekecewaan
Namun, engkau adalah figur dan
kepercayaan kami
Melalui
dirimu,
Kami
berikhtiar dalam kemajuan bangsa
Mampu
membawa tatanan hidup melalui pikiran dan akhlak positif
Dan
mampu mengemban amanah dengan ibadah jaryah
Dibalik jendela demokrasi bangsaku,
Semoga tak ada lagi keresahan
menghimpit
Semoga tak ada lagi rekonstruksi
pribadi
Dan semoga jiwa nasionalisme terus
terukir ditanah manapun berada...
Barru,
11 Oktober 2016
#Event Seribu Puisi
#tema: Dibalik jendela demokrasi
Komentar
Posting Komentar