BERDAKWAHLAH DENGAN HATI




Wahai saudariku..
Manusia-manusia pilihan Allah. Bersyukurlah sampai hari ini, bahwa Allah masih membentuk hati-hati kita untuk senantiasa dekat denganNya.
Begitu banyak orang diluar sana, yang hatinya masih terbuka namun Allah tak jua memberinya hidayah. Bahkan, lebih kasian orang yang telah Allah tutup hatinya untuk selamanya karena kesombongan yang ia miliki. Seperti yang Allah lafadzkan dalam surah At-Takwir : 28-29, “(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam”.
Apa yang mesti kita lakukan melihat semua ini? Dunia semakin menjadi. Ulama, maupun ustadz terlihat kurang tawadhu. Lalu, dimana pedoman manusia yang dijaga Allah..?
Sembari kita berpikir, ada sebuah ‘kata’ yang luar biasa yang telah terngiang ditelinga-telingaku sejak masuk kuliah. Aku berpikir ‘kata’ itu hanya untuk orang-orang khusus, namun ternyata, semua makhluk Allah didunia ini bisa melakukan pekerjaan ini.
‘kata’ itu adalah DAKWAH.
Dakwah jika kita cermati seperti kain putih yang sangat putih dan kelihatan suci, sehingga kita enggan memakainya karena takut dikotori oleh kita yang terlanjur kotor. Seperti itu perasaan kita. “Tidak mungkin.. mana mungkin seorang ‘saya’ bisa melakukan profesi itu”. Jika kita berpendapat begitu, maka ‘dakwah’ adalah pekerjaan yang luar biasa sehingga kita saja merasa tidak pantas. Pekerjaan yang lain, misalnya seorang dokter, kita harus belajar mati-matian untuk lulus kedokteran. Berarti itu ada usaha, dan ia yakin bisa lulus. Namun, ‘dakwah’... orang sudah menolak duluan sebelum usaha, itu berarti saking hebatnya pekerjaan tersebut dibandingkan dengan kedokteran.
Hari ini, kembali kita bercermin. Bukan hanya dirimu, tetapi untuk diriku juga.. kita tarbiyah, kita belajar mengaji, kita menuntut ilmu agama, kita membaca buku islam, dan kita sering berkumpul dengan orang-orang beriman. Namun, pertanyaan paling mendasar, bagaimana orang-orang disekeliling kita? Apakah mereka telah tersentuh? Walau hanya satu ayat, walau hanya satu hadist..?
Luar biasa pekerjaan dakwah ini. Namun, banyak yang salah mengartikannya. Katro, kuno, tradisional banget, nggak modern.. ell. Bagaimana kita harus menjawabnya?
Jika dakwah kita merasa kaku, buat dia elastis..
Jika dakwah kita merasa panas, buat dia hangat..
Jika dakwah kita merasa jauh, buat dia dekat..
Jika dakwah kita merasa sulit, insya Allah, Allah memudahkannya..
Ini bukan untuk organisasi Islam, bukan juga untuk membesarkan lembaga.. namun.. ini semua untuk agama Allah, untuk Islam..
Kasiaan mereka diluar sanaa, yang masih belum mengerti tentang Islam sepenuhnya. Masih bingung dengan cara membaca Al-Qur’an, masih bingung dengan shalatnya, puasanya.
 Jika kita belum  bisa mengajarkan mereka dengan fiqih, maka ajarkan dulu tentang tauhid.
Jika kita belum bisa mengajarkan mereka dengan akhlak, maka ajarkan dulu tentang aqidah.
Jika kita belum mampu menyatakan dengan hadist, ingatkan melalui al-Qur’an.
Semuanya akan terhubung..
Jangan pernah merasa canggung, ataupun malu. Mereka hanya berkata tidak baik secara langsung, namun sebenarnya hati mereka sangat butuh akan nasehat kita.
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulu menertawakan orang-orang yang beriman” (QS. Al-Mutaffifin : 83)
Kita memang manusia, bersifat seperti manusia lainnya. Hanya saja, kita telah dapat mengontrol diri, namun terkadang kita lupa dan iman kita turun. Makanya, seorang da’i pun masih butuh nasehat, apalagi yang bukan seorang da’i. Rasulullah sendiripun yang ditegur oleh Allah secara langsung. Ini menunjukkan sebagai manusia biasa semuanya butuh akan nasehat. Dan wadah nasehat inilah yang dinamakan DAKWAH (beramar ma’ruf nahi munkar).
Dakwah dengan hati adalah kita berniat untuk keselamatan dunia-akherat mereka terutama orang-orang terdekat kita. Bukan karena organisasi, lembaga, pujian dan segalanya. Namun ukhti.. karena Allah subhanahu wa ta’ala.....
Semoga Allah senantiasa mengistiqomahkan kita disetiap perjalanan hidup kita. Amiinn..
 (semoga bermanfaat, ukhtiii) semoga hari ini kita tidak pernah berhenti mengingatkan kebaikan, walaupun itu hanya mengingatkan mereka untuk shalat..^,^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover