JODOH PASTI BERTEMU ^_^
Heem, Heem...
Untuk membahas judul diatas, bagiku cukup rumit. Tapi, banyak kalangan disekelilingku sering mempertanyakan ini. Jadilah aku untuk menuangkannya lewat tulisan.
Membahas masalah "Jodoh", tak akan pernah habis. Cukup sensitif dan agak sedikit 'riskan' bagi yang galau. Aku juga termasuk orang yang tak paham banyak, tapi, aku berusaha memberikan secarik ilmu dan saling berbagi.
Kata mereka, -termasuk perempuan- kenapa jodoh tak kunjung-kunjung datang? Pernah, salah satu sahabatku, Kak Muslimah namanya, memberikan petuah. Beliau juga sudah dibilang sangat layak untuk menikah karena usia dan sebagainya. Namun memang jodohnya belum datang. Beliau mengatakan bahwa 'Barangkali saya belum siap untuk menempuh yang 'serius' itu, makanya Allah belum mempertemukan jodoh denganku'. Dari kata "siap" itulah, pikiranku terbuka. Oh iyaa yaa... betul sekali yang dikatakan oleh Kak Muslimah.
Murabbiyahku pun mengatakan bahwa jika ada lelaki yang datang melamar, maka pastikan beberapa hal, yaitu : 1. Agamanya. 2. Kemampuan untuk menghidupi. 3. Kesiapan kita untuk menikah.
Kesiapan. Itu sangat penting. Karena yang akan kita tempuh, ibarat tak akan bisa berbalik lagi kebelakang. Selagi kita mengambil langkah, maka itulah keputusan telak. Menikah itu harus menjadi perkara yang serius. Makanya, yang bertahan hanyalah orang-orang yang betul-betul serius. Menikah itu ibadah, dan ibadah harus diseriusi. Menikah itu ladang pahala, membentuk karakter keturunan hingga menjadi amal jaryah. Kita semua ingin bahwa menikah hanya sekali seumur hidup. Nama undangan yang disematkan juga tetap orang yang sama hingga akhir hayat bahkan bersama di Syurga. Tapi fenomena sekarang, begitu banyak pernikahan yang ujung-ujungnya ke meja hijau. Bahkan ada yang sementara mempersiapkan pernikahan, tapi sudah berniat akan bercerai habis ijab kabul. Yaa, banyak fenomena seperti itu. Pernikahan seakan bukan perkara yang serius. Na'udzubillah.
Naah, Jodoh Pasti Bertemu...
Iya, Pasti.. Semua telah diatur Allah, tercatat di Lauh Mahfudz. Jodoh tak akan tertukar. Jadi, tenang saja.
Hanya... Untuk dipertemukan dengan jodoh yang didambakan, kita selayaknya mendamba diri seperti yang kita inginkan. Jika mendamba lelaki sholeh, maka kita pun berusaha menjadi wanita sholehah. Begitu pula sebaliknya. Karena itu janji Allah. Bahwa, jodoh adalah cerminan, watak, pemikiran dan pribadi kita. Biarlah segala kekurangan menjadi peneduh bersama dan kelebihan menjadi penerus keturunan..
Dan... bagaimana perjalanan 'jodoh' itu datang? Itu kembali ke diri sih. Kalau yakin bahwa ada Allah yang mempersiapkan, kenapa harus mengambil jalan 'pacaran'? ^_^
Biarkan 'ia' datang dengan lembut, lewat skenario Allah yang cantik. Cukup kita bertawakkal kepadaNya sambil memperbaiki diri dan bersabar. Sibukkan diri dengan menuntut ilmu dan prestasi lainnya. Alangkah indah dipertemukan ketika yang 'berdua' telah siap lahir batin. Biarlah menanti dalam kesendirian agar si 'dia' juga menanti dalam kesendiriannya. Dan rasa itu telah merengkuh melebur jadi satu Ibadah mulia.
Banyak berdo'a... Jika jodoh, semoga terhimpun dalam kebaikan. Di waktu yang tepat dan indah..
*Semoga bermanfaat*
*Barru, 13 Maret 2016
Untuk membahas judul diatas, bagiku cukup rumit. Tapi, banyak kalangan disekelilingku sering mempertanyakan ini. Jadilah aku untuk menuangkannya lewat tulisan.
Membahas masalah "Jodoh", tak akan pernah habis. Cukup sensitif dan agak sedikit 'riskan' bagi yang galau. Aku juga termasuk orang yang tak paham banyak, tapi, aku berusaha memberikan secarik ilmu dan saling berbagi.Kata mereka, -termasuk perempuan- kenapa jodoh tak kunjung-kunjung datang? Pernah, salah satu sahabatku, Kak Muslimah namanya, memberikan petuah. Beliau juga sudah dibilang sangat layak untuk menikah karena usia dan sebagainya. Namun memang jodohnya belum datang. Beliau mengatakan bahwa 'Barangkali saya belum siap untuk menempuh yang 'serius' itu, makanya Allah belum mempertemukan jodoh denganku'. Dari kata "siap" itulah, pikiranku terbuka. Oh iyaa yaa... betul sekali yang dikatakan oleh Kak Muslimah.
Murabbiyahku pun mengatakan bahwa jika ada lelaki yang datang melamar, maka pastikan beberapa hal, yaitu : 1. Agamanya. 2. Kemampuan untuk menghidupi. 3. Kesiapan kita untuk menikah.
Kesiapan. Itu sangat penting. Karena yang akan kita tempuh, ibarat tak akan bisa berbalik lagi kebelakang. Selagi kita mengambil langkah, maka itulah keputusan telak. Menikah itu harus menjadi perkara yang serius. Makanya, yang bertahan hanyalah orang-orang yang betul-betul serius. Menikah itu ibadah, dan ibadah harus diseriusi. Menikah itu ladang pahala, membentuk karakter keturunan hingga menjadi amal jaryah. Kita semua ingin bahwa menikah hanya sekali seumur hidup. Nama undangan yang disematkan juga tetap orang yang sama hingga akhir hayat bahkan bersama di Syurga. Tapi fenomena sekarang, begitu banyak pernikahan yang ujung-ujungnya ke meja hijau. Bahkan ada yang sementara mempersiapkan pernikahan, tapi sudah berniat akan bercerai habis ijab kabul. Yaa, banyak fenomena seperti itu. Pernikahan seakan bukan perkara yang serius. Na'udzubillah.
Naah, Jodoh Pasti Bertemu...
Iya, Pasti.. Semua telah diatur Allah, tercatat di Lauh Mahfudz. Jodoh tak akan tertukar. Jadi, tenang saja.
Hanya... Untuk dipertemukan dengan jodoh yang didambakan, kita selayaknya mendamba diri seperti yang kita inginkan. Jika mendamba lelaki sholeh, maka kita pun berusaha menjadi wanita sholehah. Begitu pula sebaliknya. Karena itu janji Allah. Bahwa, jodoh adalah cerminan, watak, pemikiran dan pribadi kita. Biarlah segala kekurangan menjadi peneduh bersama dan kelebihan menjadi penerus keturunan..
Dan... bagaimana perjalanan 'jodoh' itu datang? Itu kembali ke diri sih. Kalau yakin bahwa ada Allah yang mempersiapkan, kenapa harus mengambil jalan 'pacaran'? ^_^
Biarkan 'ia' datang dengan lembut, lewat skenario Allah yang cantik. Cukup kita bertawakkal kepadaNya sambil memperbaiki diri dan bersabar. Sibukkan diri dengan menuntut ilmu dan prestasi lainnya. Alangkah indah dipertemukan ketika yang 'berdua' telah siap lahir batin. Biarlah menanti dalam kesendirian agar si 'dia' juga menanti dalam kesendiriannya. Dan rasa itu telah merengkuh melebur jadi satu Ibadah mulia.
Banyak berdo'a... Jika jodoh, semoga terhimpun dalam kebaikan. Di waktu yang tepat dan indah..
*Semoga bermanfaat*
*Barru, 13 Maret 2016
Komentar
Posting Komentar