PENGHUNI SYURGA


Ada beberapa majelis ilmu yang luar biasa memberikan tausyiah. Salah satunya, Ust. Rahmat Abdur Rahman Lc., M.A. Dan beberapa jama’ah ‘awwam lainnya begitu antusias mendengar tausyiah beliau, walau melihat latar belakang organisasinya yang mungkin sempat dipandang mata. Semoga bukan organisasinya, tapi ilmu yang diberikan..
Materinya :
“Bagaimana caranya agar kita dapat menjadi penghuni Syurga dengan amalan-amalan kita? Di sisi lain, apakah kita yakin dengan amalan-amalan yang kita punya?
Ada beberapa contoh Sahabat yang dikabarkan langsung oleh Rasulullah masuk Syurga.
1.       Sahabat Ustman bin Affan r.a . Beliau memang salah satu sahabat yang tidak diragukan lagi akan perjuangannya terhadap Islam. Terhadap ibadahnya, dsb. Namun, ternyata yang memasukkan beliau dalam Syurga kata Rasulullah, bukan karena perjuangannya. Namun karena beliau telah membeli sumur kaum yahudi. Dan beliau pergunakan sumur tersebut kepada orang banyak secara gratis.
2.       Bilal bin Rabah r.a. beliau dikenal dengan Muadzin Rasulullah SAW. Dipercayakan oleh Rasulullah untuk adzan. Pernah suatu ketika Rasulullah SAW bermimpi dan mendengar langkah-langkah Bilal didalam Syurga. Lalu Rasulullah SAW bertanya amalan apakah yang ia lakukan hingga langkahnya terdengar kesyurga. Kata Bilal, ia tak melakukan apapun. Hanya saja beliau memiliki kebiasaan yaitu setiap selesai wudhu, ia lantas shalat wudhu.
3.       Ada salah satu sahabat yang tak diketahui namanya. Pernah suatu ketika, Rasulullah duduk bersama-sama sahabat lainnya. Dan tiba-tiba Rasulullah mengatakan bahwa akan lewat seseorang penghuni Syurga. Semua sahabat terheran-heran. Karena tak ada yang mengenal sahabat tersebut. Dan salah satu sahabat, saking penasarannya, yaitu Abdullah bin Utsman, mengajak orang tersebut bermalam dirumahnya barang 1-2 hari. Beliau ingin melihat amalan dan kebiasaan apakah yang ia miliki. Setelah melihat semua kebiasaan Sahabat tersebut. Abdullah bin Utsman heran. Karena ibadah-ibadahnya seperti sahabat-sahabat lainnya. Lalu Abdullah bin Utsman pun menanyakan hal yang membuatnya penasaran. Sahabat ini justru mengatakan bahwa ia seperti yang ia lihat. Tidak ada apa-apa. Kecuali katanya, ia mempunyai kebiasaan yaitu sebelum tidur ia selalu berdo’a “ya Allah, semua orang yang menyakiti hatiku, saya maafkan semua, tanpa ada dendam sedikitpun.” Sehingga saya tidur dengan tenang dan bersih dari dosa.

Dari contoh kisah Sahabat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa amalan yang kita miliki untuk menuju SyurgaNya Allah SWT bukan selalu yang luas dan besar, namun bahkan yang kelihatannya sederhana di mata manusia ternyata begitu besar di mata Allah SWT.

Hanya saja, ibadah mereka memiliki 2 unsur, yaitu :
-          Ikhlas
-          Pengorbanan yang besar

Ikhlas, bahwa kita semata-mata melakukannya karena Allah. Dan pengorbanan besar, bahwa dengan kebiasaan-kebiasaan tersebut membentuk pribadi kita untuk mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dsb, karena tak semua orang bisa melakukannya.

Ibadah lain yang dapat membuka pintu Syurga adalah Shalat Tahajjud dan Puasa Sunnah.

Kembali lagi bahwa, jangan berhenti melakukan amal-amal kebaikan. Baik itu kecil maupun besar (tanpa mengurangi kewajiban-kewajiban kita). Baik itu shalat, puasa, zakat, haji, sedekah, ibadah Sunnah lainnya, menyayangi binatang bahkan senyum kepada saudara(i) dengan berwajah seri, karena kita tidak tahu amalan apakah yang akan mengantarkan kita ke SyurgaNya kelak.

Sekarang kita dapat merenung bahwa amalan apa yang akan menjadi hujjah kita dihadapan Allah…”


Muraja’ah dari Ustadz Rahmat Abdur Rahman Lc., M.A

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover