RESOLUSI 2016
Pergantian
tahun telah terjadi. Tahun baru, semangat baru dan harapan baru. Itu adalah
symbol untuk menghadapi klimaks kedepan. Pusaran globalisasi telah mengalami
banyak perombakan. Modernisasi semakin marak. Dunia ‘digital’ akan terbawa arus
lagi. Serta, pengetahuan dan agama akan bercampur baur dengan budaya. Masa
depan yang kita tak bisa prediksi akan semakin rumit, serumit dengan pikiran
Einstein. Entah bentuk, rupa, corak, dan gagasan akan beriringan satu sama lain
membentuk pola hidup yang hedonism. Kita tidak akan bisa menghentikan
perkembangan ini, mau atau tidak, kita akan tetap terjun mengikuti arus.
Namun
pertanyaannya, bagaimana peran aktif kita dalam menghadapinya? Apa persiapan
kita?
Memang, abad
belakangan ini sudah tak lazim dunia teknologi. Kelincahannya dalam
mempengaruhi, mengganti bahkan merusak
sangat mempengaruhi. Di sisi lain, peran motorik bahkan secara dinamis
tak bisa terelakkan. Hidup di zaman yang serba cepat, atraktif, persaingan, dan
instan membuat para diri menyadari perlu ada peningkatan. Dalam arti, hari ini
harus lebih baik dari kemarin. Tahun ini harus lebih sukses dari tahun kemarin.
Di usia ini, harus ada pergerakan yang maksimal. Lalu, apa kemampuan kita…?
Jika, kita
belum bisa menyadari tentang diri kita, ability serta aspek terperinci dalam
diri, sekarang kita bisa berkaca. Pencapaian apa yang telah saya raih selama
hidup ini. Serta impian-impian saya selama ini. Kecuali, jika ada yang tak
berpikir untuk punya impian, maka semuanya akan sia-sia.
Jika kita
mempunyai visi dan misi dalam kehidupan kita sendiri, maka akan meningkatkan
semangat hidup untuk terus lebih baik lagi. Serta mempunyai talenta untuk
bekerja keras mewujudkannya. Namun, kadang masalahnya adalah tak inginnya
bekerja keras. Maunya cuman santai saja. Ketahuilah, orang yang banyak santai,
biasanya hanya bisa menjadi penonton kesuksesan orang lain. So, bermimpilah
yang tinggi.. jikapun kamu jatuh, maka akan jatuh diantara bintang-bintang.
Resolusi 2016
kamu bagaimana…. Setidaknya ada beberapa tips nih :
1. Buat perancangan untuk impian-impian kamu. Apa yang kamu ingin
capai selama setahun ini.
2. Buat rencana pelaksanaannya. Kira-kira untuk bulan 3 sudah ujian
sidang dan bulan ke 5 sudah wisuda dan akhirnya sarjana (untuk mahasiswa).
Hingga bulan ke 12.
3. Buat tanggal pencapaiannya. Dan checklist. Bangga jika bisa
mencheklist beberapa impian.
4. Buat persen pencapaiannya. Agar bisa mengupgrade kemampuan kita.
5. Tempel didinding kamar or anything else. Jangan malu. Jika ada
yang melihat dan tertawa, biarkan mereka tertawa melihat impian kamu. Jadikan
tertawaan itu adalah do’a mereka untuk berhasil.
6. Kita memang harus hard working (kerja keras) dan pantang
menyerah.
7. Kalau bisa buat sebanyak-banyaknya.
8. Selamat mencoba^^
Ketika Allah
memberikan kita motivasi dalam ayatNya,
“Sesungguhnya
Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada
pada diri mereka sendiri…” (Qs. Ar-Ra’d : 11)
Serta, syair
Arab yang syahdu pun mengatakan “man jadda wa jadda” (barangsiapa yang
bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya).
Bahwa,
kesungguhan akan membuahkan hasil. Trust that!!
Perubahan itu
harus ada, harus nyata. Tapi, perubahan yang menunjukkan sisi agama jauh lebih
baik. Ketika tahun lalu, shalat kita masih bolong-bolong, setidaknya tahun ini
sudah harus sempurna. Ketika kita masih kikir dengan membantu sesama,
setidaknya kita mulai menyisihkan beberapa untuk yang membutuhkan. Ketika tahun
lalu belum berjilbab, mulailah ditahun ini. Dan, ketika ilmu agama kita masih
bertaraf TK setidaknya kita mencari dan menuntutnya setaraf Universitas. Proses
perbaikan seseorang itu berbeda-beda, perlu dihargai. Karena kebahagiaan hakiki
terletak pada iman seseorang.
Tak ada yang
salah untuk mengejar dunia, ketika niat kita untuk akherat. Seperti menjadi orang
kaya, agar bisa selalu memberi. Menjadi orang berilmu tinggi, agar dapat
membagi ilmu. Bahkan menjadi seorang penguasa, agar bisa membentuk daerah yang
aman sentosa. Kembali lagi, niat perubahan untuk perbaikan diri dan orang lain.
Bukankah kita ingin menjadi orang yang bermanfaat untuk sekeliling kita? Semua
orang ingin. Setidaknya bermanfaat untuk keluarga. Namun, ketika usaha ada tapi
belum berhasil bahkan ada penghalang, berdo’alah. Mungkin Allah hendak punya
rencanaNya sendiri yang lebih indah. Yakin, Never give up.
Mari
beresolusi ditahun 2016. Mulai dari diri sendiri…. ^^
Semoga tulisannya
bermanfaat….
Tanggal :
01/01/16
Pukul : 17.21
Komentar
Posting Komentar