IKHLASKAN AMAL



Dahulu para Salafush Shalih senantiasa berusaha menyembunyikan amalan ibadah mereka dari manusia. Imam Asy-Syafi'i mengatakan, " Selayaknya seorang alim itu memiliki amalan rahasia yang tersembunyi, hanya Allah dan dirinya saja yang mengetahuinya. Karena segala sesuatu yang ditampakkan di hadapan manusia akan sedikit sekali manfaatnya di akherat kelak."

Disebutkan bahwa Ayyub Asy-Sikhtiyani, pernah berpura-pura mengusap wajahnya, lalu ia berkata, "Aku mungkin sedang pilek berat." Padahal ia tidak pilek, namun ia hanya ingin menyembunyikan tangisannya.

Begitu pula Abu Asy-Sa'ib, tatkala ingin menangis ketika mendengar Al-Qur'an atau hadist, ia pun pura-pura menyembunyikan tangisannya dihadapan orang lain dengan sambil tersenyum. (Ta'thirul Anfas).

Lihatlah para Salafush Shalih, mereka justru berusaha agar tidak diketahui orang lain amal ibadahnya, bukan dengan sengaja ditampakkan kepada yang lainnya untuk mendapatkan sanjungan dan pujian, falaa haulaa walaa quwwata illah billah. Oleh karena itulah, imam Ibnu Rajab berkata : "Tidaklah seseorang yang ingin diliha itu mencari perhatian makhluk, melainkan disebabkan kejahilan dirinya akan keagungan Sang Khalik". (Kalimatul Ikhlash Wa Tahqiqu Ma'naaha).

Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa yang bisa untuk merahasiakan amalan shalihnya maka hendaknya ia lakukan."
(Diriwayatkan Al-Khatib dalam At-Tarikh, dan dishahihkan Al-Albani).

*Semoga Bermanfaat
#Kutip dari Buletin Syiar Tauhid Depok.

Barru, 09 April 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover