LIHAT SISI TERANGNYA
Banyak hal didunia ini yang kita tidak punya kemampuan untuk mengubahnya
alias di luar kuasa kita. Termasuk urusan jodoh. Yang bisa kita lakukan adalah
melihat sisi terang semua peristiwa. Seperti dua orang yang ada didalam satu
sel penjara. Setiap malam, orang pertama selalu memandang keluar jeruji besi,
melihat langit yang disinari oleh terang rembulan dan gemerlap bintang. Senyum
pun selalu tersinggung di wajahnya. Sementara itu, orang kedua juga memandang
keluar jeruji besi, tapi ia melihat ke bawah, ke arah selokan penjara yang
kotor dan penuh lalat atau tikus. Kesedihan pun membuat hatinya semakin muram.
Tidak satu orang pun di dunia ini yang selamanya mendapat musibah dan kesulitan. Peristiwa apa pun yang menimpa kita, pandanglah sisi terangnya. Mungkin, proses menemukan jodoh sangat berliku. Tapi, ayolah, lihat sisi terangnya. Kalau pernikahan kita dengan seseorang yang kita idam-idamkan dan tinggal menunggu hari ternyata batal, kita sebenarnya bukan gagal. Sebab, yang terjadi sebenarnya adalah Allah memilihkan orang lain untuk kita. Orang yang tentu saja lebih baik darinya.
Artinya, seandainya calon kita itu ternyata lebih buruk dari yang kita kira, Allah sudah menyelamatkan kita dari neraka dunia. Kalau surga dunia adalah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah maka neraka dunia adalah kebalikannya. Bayangkan kita menikah dengan orang yang tidak kenal sama sekali dengan agama dan hampa kasih sayang dan cinta. Bayangkan betapa beruntungnya kita diselamatkan Allah dari keadaan itu. Sering kan dengar istri atau suami yang setelah menikah rumah tangganya dipenuhi pertengkaran dan duka karena mendapatkan pasangan yang buruk agamanya dan hancur akhlaknya? Kalau begitu, lebih baik mana, tetap sendiri atau punya pasangan seburuk itu? Pilihan ketiga tidak ada ya? Hehe...
Kalau calon kita itu ternyata lebih baik dari diri kita, Allah sebenarnya sedang memberi kita waktu. Kita dipersilahkan memperbaiki diri, menata hati, dan memantaskan diri. Saat kita siap, bisa jadi calon kita orang yang sama. Hanya saja, saat kita bertemu dengannya, kita sudah siap. Bukankah itu lebih baik bagi kita? Bisa jadi juga, calon kita orang yang berbeda, tapi sama baiknya dengan orang yang pertama. Mungkin juga orang yang lebih baik darinya. Mau tidak dapat yang lebih baik?
Jadi, bukan gagal. Allah hanya sedang memilihkan yang lain untukmu. Bukan gagal. Allah hanya sedang memberimu waktu...
Barru, 20 April 2016
*dikutip dari buku Halaqah Cinta @teladanrasul*
Tidak satu orang pun di dunia ini yang selamanya mendapat musibah dan kesulitan. Peristiwa apa pun yang menimpa kita, pandanglah sisi terangnya. Mungkin, proses menemukan jodoh sangat berliku. Tapi, ayolah, lihat sisi terangnya. Kalau pernikahan kita dengan seseorang yang kita idam-idamkan dan tinggal menunggu hari ternyata batal, kita sebenarnya bukan gagal. Sebab, yang terjadi sebenarnya adalah Allah memilihkan orang lain untuk kita. Orang yang tentu saja lebih baik darinya.
Artinya, seandainya calon kita itu ternyata lebih buruk dari yang kita kira, Allah sudah menyelamatkan kita dari neraka dunia. Kalau surga dunia adalah rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah maka neraka dunia adalah kebalikannya. Bayangkan kita menikah dengan orang yang tidak kenal sama sekali dengan agama dan hampa kasih sayang dan cinta. Bayangkan betapa beruntungnya kita diselamatkan Allah dari keadaan itu. Sering kan dengar istri atau suami yang setelah menikah rumah tangganya dipenuhi pertengkaran dan duka karena mendapatkan pasangan yang buruk agamanya dan hancur akhlaknya? Kalau begitu, lebih baik mana, tetap sendiri atau punya pasangan seburuk itu? Pilihan ketiga tidak ada ya? Hehe...
Kalau calon kita itu ternyata lebih baik dari diri kita, Allah sebenarnya sedang memberi kita waktu. Kita dipersilahkan memperbaiki diri, menata hati, dan memantaskan diri. Saat kita siap, bisa jadi calon kita orang yang sama. Hanya saja, saat kita bertemu dengannya, kita sudah siap. Bukankah itu lebih baik bagi kita? Bisa jadi juga, calon kita orang yang berbeda, tapi sama baiknya dengan orang yang pertama. Mungkin juga orang yang lebih baik darinya. Mau tidak dapat yang lebih baik?
Jadi, bukan gagal. Allah hanya sedang memilihkan yang lain untukmu. Bukan gagal. Allah hanya sedang memberimu waktu...
Barru, 20 April 2016
*dikutip dari buku Halaqah Cinta @teladanrasul*
Komentar
Posting Komentar