BUKAN JATUH PADANYA...
Sudah lahiriyah sepertinya jika manusia merasakan kalah. Jika menang terus bagaimana ia bisa
belajar lebih baik. Memang susah untuk mempertahankan.
Tetapi, haruskah rejeki itu kita tangisi. Haruskah kita cemburu
pada rejeki orang lain?. Menyedihkan
memang. Dan hanya orang yang mempunyai kebesaran hati untuk menerima itu.
Mangga itu tidak jatuh pada halamannya, padahal pohon mangga itu tertanam
dihalamannya sendiri. Memang sangat rumit untuk memperkirakan cerita yang Allah
buat untuk hambanya. Terlalu indah.. ya terlalu indah. Tidak ada yang terlalu
jelek.
Jika jelek, maka tak ada satupun manusia yang begitu menginginkan
kehidupannya. Tak ada satupun yang mau lahir didunia ini. Nyatanya, walaupun ia
tidak menyukai kehidupannya, toh, ia tetap lahir sendiri. Ini menunjukkan,
bahwa Allah tengah mempersiapkan kehidupan yang indah untuk kita. Memang, hanya
kita yang tahu kehidupan kita, maka nikmatilah. Itulah dasar kemanusiaan kita, dan satu-satunya penyemangat hidup kita.
Ketika mereka lulus dan
anda tidak. Ketika mereka menang dan anda tidak. Betapa rejeki itu begitu penting. Rejeki dan
keberuntungan akan mengalahkan orang cerdas sekalipun, kata orang.
Kita semua akan mungkin
berada pada titik bawah. Dan suatu saat pula akan berada di atas. Jika kondisi
kita sekarang berada dibawah, nikmati saja prosesnya. Toh, itu akan menjadi
bahan cerita untuk generasi selanjutnya. Orang sukses sekaliber pun, pernah
merasakan titik terminus dalam hidupnya. Dan mereka menjadi
penginspirasi akibat perjuangan mereka dalam menghadapi titik terminus
tersebut. Allah menyuruh hambaNya untuk bertafakkur setiap masalahnya, agar
Allah ingin hambaNya lebih dekat denganNya. Ketika rejeki melimpah, kadang
seorang hamba, melupakan dirinya.
“Allah Ta’ala
berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku. Au bersamanya ketika ia
mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya
dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku disuatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di
kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat
kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku
sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan
berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dahsyatnya berbaik sangka. Berbaik sangka
kepada Allah. Ketika kita merasa jatuh, hanya kepada Allah segalanya
dikembalikan. Hanya itu satu-satunya jalan. Ya, hanya satu-satunya jalan. Tidak
ada pilihan lain. Karena, hanya Allah Maha Pemberi Ujian dan Maha Pemberi
Kebahagiaan..
“Kenalilah Allah waktu kamu senang, niscaya
Allah akan mengenalimu waktu kamu dalam kesulitan.” (HR. Tirmidzi)
Komentar
Posting Komentar