IA MENINGGALKAN KELUARGANYA DEMI ISLAM
Kita tentu pernah mendengar atau
membaca kisah mengharukan sahabat Mush’ab bin Umair Radhiallahu ‘anhu. Pemuda tampan dan kaya raya itu rela
meninggalkan seluruh gemerlapnya dunia untuk mendapatkan kebahagiaan akhirat
dengan menjadi seorang muslim. Karena dengan Islamlah ia mendapatkan
kebahagiaan yang sesungguhnya. Beliau berani dengan lantang untuk menolak
kekufuran setelah Allah Subhanahu wa
ta’ala memberikan petunjuk. Begitu pun ia berani menolak ajakan ibu yang
disayanginya untuk kembali kepada agama penyembah berhala. Islam telah memenuhi
hatinya. Begitu pun wanita ini.
Kisah ini
pernah kubaca di sebuah majalah terbitan lama di perpustakaan sekolah, majalah
abad ke-20. Entah ini tahun 19 berapa.... Sayangnya sudah lupa judul majalahnya
karena waktu itu masih SMA.
Ia adalah
seorang wanita Nasrani yang masih remaja. Ibu, ayah, saudara, dan seluruh
keluarganya adalah Nasrani yang sangat taat.
Suatu hari, ia
mengenal sebuah agama yang membuatnya jatun cinta. Agama yang jauh berbeda
dengan agama yang ia anut selama ini. Agama itu menyeru hanya menyembah kepada
satu Rabb, agama itu adalah agama tauhid. Tanpa pikir panjang, ia pun memeluk
agama itu. Islam, itulah namanya. Agama yang menurutnya adalah agama yang
terbaik.
Tapi, semenjak
berpredikat sebagai seorang muslimah, ia menyembunyikan ke-Islam-annya dari
keluarganya. Tentu adalah hal yang berat tiba-tiba menjadi berbeda dari semua
orang di keluarganya.
Tak lama, ia
pun mengetahui kewajiban menutup aurat bagi setiap muslim. Sebagai muslimah, ia
mulai memakai baju longgar lengkap dengan jilbab panjangnya, seingatku ia juga
memakai niqab. Dan mulai dari sinilah
keluarganya mengetahui ke-Islam-annya.
Orangtuanya
marah besar begitu pula keluarganya yang lain. Mereka menyuruhnya untuk kembali
menjadi seorang Nasrani. Namun Islam telah menancap kuat di hatinya. Karena
kekuatan akidah dan keyakinannya bahwa agama satu-satunya yang membawa
keselamatan hanyalah Islam, ia menolak dengan tegas. Ia akan tetap menjadi
seorang muslimah dan itu tidak akan pernah berubah.
22 Mei 2011 M
-METAMORFOSA “Khanza Asy-Syifa”-
Komentar
Posting Komentar