DEKAPAN PENDIDIKAN
“Pendidikan
itu sangat luar biasa. Pendidikan ini tidak mesti pendidikan formal. Pendidikan
bisa didapat dimana saja. Misalnya di kursus dan seminar. Namun pendidikan
formal membuat kita berada dalam lingkungan akademisi yang membuat kita menjadi
orang yang lebih sistematis dalam melakukan segala sesuatu. Berada dalam
lingkungan akademisi membuat kita terus semangat untuk terus belajar, belajar,
belajar, dan ahli dalam suatu bidang tertentu. Aku menyukai berada dalam
lingkungan diskusi dan lingkungan akademisi ini, karena itu mengubah cara pikir
dan pandang kita dan itu berpengaruh dalam kehidupanku. Berpengaruh terhadap
hal kecil, misalnya dalam mengambil keputusan berumahtangga. Berpengaruh dalam
bertindak dan bertutur kata dengan suami. Berpengaruh terhadap keluarga.
Apalagi untuk diluar sana.”
“Pendidikan
yang saya dapatkan di bangku kuliah membuat saya jadi tahu banyak hal. Semakin
banyak tahu, saya semakin merasa tidak tahu apa-apa. Semakin tahu, semakin saya
merasa bodoh. Semakin tidak mengerti apa-apa. Karena ternyata ilmu itu banyak
sekali. Luas sekali. Karena itu saya ingin sekolah terus. Yang melatarbelakangi
itu karena saya suka belajar.”
“Saya
bersyukur kepada Allah. Dulu sebelum menikah saat mengisi ceramah, saya suka
mengatakan kepada jemaah bahwa saya punya ibarat burung yang hanya punya satu
sayap, terbangnya belum tinggi. Saya meminta kepada mereka untuk mendoakan saya
mendapat satu sayap lagi agar jadi bisa lebih tinggi lagi dan bermanfaat untuk
lebih banyak orang. Suami mendukung dan merestui, sayang kalau tidak digunakan
sebaiknya. Suami saya bilang bahwa kita harus menyelesaikan sesuatu yang sudah
kita mulai, pilih, dan bertanggung jawab terhadap pilihan itu.”
“Untuk
bidang agama, saya habiskan waktu seminggu dua kali untuk bertemu dengan guru
hafalan Qur’an saya. Selain setoran karena saya menghafal Al-Qur’an, saya juga
belajar fikih dan beberapa bagian tentang Islam. Seminggu dua kali saya memanggil
guru ke rumah untuk belajar desain. Saya juga belajar bahasa Arab dan bahasa
Inggris karena harus terus dipelajari dan dikomunikasikan agar tidak hilang.
Jadi keseharian saya penuh dengan belajar. Setiap bangun pagi saya sudah tahu
jam sekian mau ngapain. Jadi saya
memiliki target. Waktu digunakan secara produktif, jadi waktu pun bermanfaat
sekali.”
“Rasulullah
saw mengingatkan hati-hati terhadap masa sehat dan waktu luang, kalau tidak
disibukkan dengan kebaikan maka kita akan disibukkan dengan keburukan. Setiap
hari sejak saya kecil saya memang suka dengan banyak aktifitas. Saya menulis
diari sampai saat ini. Dalam diari itu saya menulis mimpi jangka pendek dan
jangka panjang. Saya selalu bahagia bila sudah tercapai dan saya beri check list serta tanggal tercapainya.
Jadi saya terus memiliki resolusi, tahun ini mau mencapai apa, tiga tahun, lima
tahun, sepuluh tahun lagi mau mencapai apa. Alhamdulillah banyak yang tercapai
dan saya sendiri takjub dengan skenario Allah. Tetapi semua pencapaian itu
tidak bisa dicapai dengan leha-leha saja. Semua itu dicapai dengan kerja keras.
Do more, get more. Saya menyadari
bila saya tak selamanya sehat dan muda karena itu selagi dalam kondisi itu,
mengapa saya tidak lakukan yang saya bisa. Memanfaatkan masa muda dengan sebaik
mungkin. Mungkin saat usia 40 atau 50 tahun fisik saya sudah tidak seperti ini
dan tidak bisa melakukan sebaik ini.”
“Kerelaan
manusia adalah hal yang tidak mungkin dicapai. Artinya ada yang suka, pasti ada
orang yang tidak suka. Ada yang mencintai kita, ada juga yang membenci kita.
Kita tidak bisa membuat orang 100 persen suka kita. Jadi, santai saja
menghadapi pujian dan cacian, fokus pada yang kita lakukan, do the best, berdo’a kepada Allah dan
maju terus, selama kata Allah halal dan baik. Jadi mau dipuji atau dicaci tidak
ngefek. Mau dipuji, Alhamdulillah.
Kalau dicaci, Alhamdulillah juga. Jadi ladang intropeksi diri. Saya juga tidak
pernah memikirkan fans atau haters.
Nanti insya Allah kalau Allah sudah cinta sama kita maka Allah akan membuat
penduduk Bumi cinta pada kita.”
By : Oki Setiana Dewi
Barru, 15 Juli 2016 (03.51 p.m)
Komentar
Posting Komentar