AYAT-AYAT CINTA 2
“Di
Eropa, termasuk Inggris, kita adalah minoritas. Undang-undang disini memang
tidak membeda-bedakan ras dan agama. Namun tetap saja bahwa penduduk asli sini
yang berkulit putih dan yang beragama mayoritas mendapatkan kemudahan dan
prioritas dalam banyak hal. Perempuan muslimah yang berjilbab bisa mencari
kerja dan bekerja di Britania Raya ini. Tetapi, perempuan yang asli sini dan
beragama mayoritas, lebih mudah diterima bekerja. Masih ada kasus-kasus muslim
pendatang yang tidak semudah orang asli sini, meskipun sudah dapat permanent resident atau pun warga negara
sini.”
“Saya
ingin dan seluruh saudara muslim di sini memahami kondisi ini. Pekan lalu di
Edinburgh Central Mosque, saya mendengar dua orang berbincang, satu orang
bercerita anak perempuannya yang berjilbab tidak diterima kerja disebuah toko
elektronik di Glasgow, sementara dua orang teman perempuannya yang bule
diterima. Padahal mereka sama-sama lulusan Glasgow
University, dari jurusan yang sama. Bahkan nilai akademis anak yang
berjilbab itu lebih baik. Ketika bagian HRD toko elektronik itu ditanya
mengenai hal itu, ia hanya menjawab ada banyak pertimbangan dalam menerima
karyawan.”
“Kemarin
saya menemukan data di internet yang diberitakan oleh BBC pada tanggal 16 Juni
2008, seorang gadis muslimah berjilbab bernama Bushra Noah memenangkan gugatan
sebesar £4,000
atas Sarah Desrosiers yang melakukan diskriminasi agama, sebab menolak Bushra
bekerja di salonnya di King’s Cross,
Central London, hanya karena Bushra berjilbab.”
“Secara
undang-undang, negara tidak boleh diskriminasi. Tetapi praktiknya tetap ada
perlakuan diskriminasi bahkan intimidasi terhadap orang Islam, terutama setelah
peristiwa 11 September 2001 dan bom London pada 7 Juli 2005.”
“Sekarang
ini kita berada di dunia global. Ibaratnya, jatum yang jatuh di pinggir Kota
Adana, Turki, dalam hitungan beberapa detik telah terdengar sampai di London,
Musselburgh ini, New York, bahkan terdengar sampai Jakarta, Indonesia. Hal-hal
positif atau negatif sekecil apa pun bisa tersebar ke mana-mana.”
“Dan
kita berada di tempat di mana profesionalitas dan kapabilitas masih cukup
dihargai. Sarah Desrosiers itu tidak profesional, maka dia kalah di pengadilan.
Titik ini yang seharusnya setiap muslim memahaminya, sehingga tidak akan mudah
berkeluh-kesah karena diskriminasi, konspirasi dan sejenisnya.”
“Cara
melawan itu semua adalah dengan menunjukkan bahwa kita, ummat Islam ini
berkualitas. Bahkan harus lebih berkualitas dan lebih profesional dibanding
orang-orang asli penduduk sini. Sudah menjadi naluri bahwa penduduk asli
mendapatkan prioritas. Itu yang harus kita sadari. Maka kita harus menunjukkan
nilai lebih yang tidak dimiliki penduduk asli.”
“Jika
orang Jerman melakukan penelitian empat jam sehari, maka saya harus delapan
jam. Di sini, jika riset untuk postdoc
biasanya selesai alam waktu dua tahun, maka saya harus bisa lebih cepat dari
orang-orang pada umumnya, dengan kualitas yang lebih baik atau minimal sama.
Masih ada waktu setengah tahun lagi bagi saya menyelesaikan riset.”
“Saya
tidak muluk-muluk bisa menyampaikan keindahan Islam pada semua orang di
Britania Raya yang salah paham kepada Islam. Saya tidak muluk-muluk. Cukuplah
bahwa saya bisa menyampaikan akhlak Islam dan kualitas saya sebagai orang Islam
kepada orang-orang yang sering berinteraksi dengan saya, jika saya bisa, itu
saya sudah bahagia.”
Nasihat
Habib Hasan bin Shaleh Al-Bahr dalam karyanya Majmu’ Washaya,
“Ketahuilah, himmah adalah wadah
taufik. Kendarailah kuda himmah, niscaya kamu akan mencapai puncak cita-citamu.
Mintalah pertolongan Allah dalam setiap langkahmu, maju maupun mundur. Niscaya
tidak akan sia-sia jerih payahmu dan akan tercapai cita-citamu. Lazimkan sikap
shiddiq dan ikhlas, karena keduanya harus dimiliki oleh orang-orang yang
memiliki keberhasilan dan keuntungan dalam perdagangan.”
Dikutip dari buku “Ayat-Ayat
Cinta 2”
Barru, 19 August 2016
Komentar
Posting Komentar