SEDERHANA

Sajak itu sederhana
Mengalun pelan ditelinga
Masih samar-samar namun pasti
Menyatu dengan goyunan merindu

Mengapa tak belajar sederhana pada hujan
Biasa tapi hangat
Seperti pada syair di kala embun

Kadang harus menerima keadaan tak sesuai
Menghadapi lirih-lirih musim dingin mencekat
Daun-daun yang berguguran ikut berkisah
Kemana arahnya nanti?

Ada yang tak memedulikan temannya
Juga tak memedulikan nasibnya
Apalagi hatinya
Cukup sederhana pikirannya

Kali ini diam..
Seperti penyair mengisahkan
Dalam cerita cintanya yang sederhana
Cinta yang sederhana



Barru, 18 September 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover