TIGHT OF WORDS

*Tinggalkan apa yang meragukan bagimu, dan ambillah yang tidak meragukan bagimu..

*Semua tidak ada yang sia-sia. Bukankah Allah tidak pernah menciptakan segala sesuatu dengan kesia-siaan...

*alangkah indahnya jika apa saja yang ditemui, apa saja yang dirasakan. Suka, duka nikmat, musibah, marah, lega, kecewa, bahagia. Pokoknya apa saja. Bisa dihubungkan dengan akherat, dengan hari akhir. Dengan begitu hati akan sangat peka menerima cahaya hikmah dan hidayah. Hati akan lunak dan lembut. Selembut nama. Dan tingkah laku juga akan tertib, setertib nama...

*tetaplah puas melakukan perbuatan yang baik. Dan biarkanlah orang lain membicarakan dirimu sesuka mereka...

*selalu saja didunia ini, jika seorang menanti sesuatu dan sesuatu yang dinanti itu hadir, maka hadir pulalah kebahagiaan yang susah dilukiskan...

*kalau ingin menciptakan sesuatu, maka harus melakukan sesuatu. Sekali lagi, harus melakukan sesuatu. Yaitu bekerja lebih serius, belajar lebih serius dan berdo’a lebih serius...

*jangan biarkan orang lain lebih tahu banyak tentang dirimu. Bekerjalah dengan senang hati dan dengan ketenangan jiwa, yang membuat kamu menyadari, bahwa muatan pikiran yang benar dan usaha yang benar akan mendatangkan hasil yang benar...

*memanfaatkan tantangan menjadi peluang. Nekat adalah untuk mereka yang tidak tahu langkah-langkah pastinya menaklukkan tantangan. Tapi bagi mereka yang tahu langkah-langkah pastinya, itu berarti tidak lagi nekat, tapi mengambil peluang dengan sedikit resiko...

*the formula for success is simple. Practice and concentration then more practice and concentration...

*bergaul sewajarnya selain membuat kita waspada juga membuat kita lebih dihormati dinegeri orang. Sikap familiar yang terkadang berlebihan, sehingga berpeluang mengundang hal-hal yang tidak diinginkan...

*para ulama lebih biasa bergelut dengan kemiskinan, penderitaan dan kesulitan hidup yang mencekik. Namun mereka meresapinya dengan penuh kesabaran. Dalam penderitaan yang mencekik itulah mereka mengais ilmu dan hikmah. Dalam kesulitan hidup itulah mereka menulis karya-karya besar yang monumental...

*kita harus meletakkan cemburu, cinta dan benci pada tempatnya...

*menerima seseorang kemudian menikah adalah ibadah. Dan ibadah tidak sempurna jika tidak disertai dengan kemantapan hati dan jiwa. Tergesa-gesa itu datangnya dari syaitan. Tidak menunda-nunda pula, cukup dipertengahan. Menentukan siapa yang jadi pasangan hidup itu ibarat sama dengan menentukan nasib kita selanjutnya. Biarlah yang akan mewangikan jiwa dan raga ini dengan sentuhan-sentuhan yang mendatangkan pahala.



#Kutip Book of KCB I

Barru, 18 September 2016 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover