HANYA DALAM HITUNGAN DETIK

Terhenyak saat melihat video singkat yang makin menjadi viral di penjuru negeri...
Video dengan durasi sekian detik, mampu mengubah segala yang terjadi...

Seorang yang semula arogan dengan mulut yang mengalirkan kalimat bak kotoran, seolah tak ada yang ditakuti..
Seorang dengan bangga dan jumawa, duduk di singgasana seperti Raja padahal dia hanya mendapat kedudukan seperti Raja yang pergi..

Tak sadar bahwa dulu bukan ia yang dipilih..
Tak sadar bahwa dia dulu tak pernah dihitung karena dia hanya pendamping dari sosok yang dikira rendah hati..
Tak sadar bahwa kedudukannya hanya warisan dari tahta kosong ibu kota yang terpaksa harus diisi..

Bukan dia yang rakyat ini dahulu pilih. Namun seseorang yang dianggap memiliki hati seorang pemimpin negeri karena berhasil membuat mobil karya anak negeri di sebuah kota kecil yang dulu asri..

Ah, namun dengan pongah ia menduduki singgasana jantung pertiwi, seolah tak ada kekuatan yang mampu menghakimi..
Melontarkan kata yang merupakan isi kamar mandi, menunjuk dengan jari pada ibu tua miskin yang mengadu kesusahan hidupnya kini..
Namun apa yang ibu itu dapatkan dari sang pewaris ini? Telunjuk dan bentakan bahwa ia seorang maling, sang ibu meneteskan air mata suci, tertunduk malu dan sakit hati..
Mungkin dengan alir air matanya ada doa dari hati yang perih..

Berbagai nasehat diberi padanya sang pemegang tampuk pemerintahan di jantung pertiwi..
Namun dengan jumawa bak seorang diktator lalim..
Dia mengatakan tai, tai...

Ah, mengetik kata itu saja jari ini merasa tak sudi...

Kini Allah yang Agung menunjukkan kuasa melalui takdir dalam roda hidup sang pewaris ini...
Entah tanpa sadar atau karena otak yang telah biasa dengan kata tak pantas. Mengeluarkan kata yang hanya perlu sepersekian detik mengucapkannya namun mampu memutar kemudi hidupnya menjadi senista-nista manusia yang tak tahu diri...

Qalam suci nan paling Agung di negeri ini..
Di cemooh bak alat untuk menipu rakyat agar tak memilihnya lagi..

Sontak semua mata yang kemarin tidur kini melihat, semua telinga yang kemarin pura-pura tuli kini mendengar, membuka kesadaran para hambaNya di setiap sudut pertiwi..

Ada hal yang Agung telah dihina oleh mulut kotor yang biasa mengeluarkan kata tahi..
Ada ayat yang Agung yang diturunkan dari Rabb yang menciptakan alam semesta di cemooh oleh seorang makhluk yang hanya menumpang hidup di tanah Ilahi..

Hati yang kemarin tak peduli...

Jiwa yang kemarin lena dan tak ambil pusing..
Kini tergerak, kata yang keluar dalam hitungan detik mampu mengubah banyak hal di negeri ini..

Sang munafik makin jelas kemunafikannya dengan mata melotot membela sang penista qalam ilahi..
Sang penyembah harta dan tahta berteriak jaga kedamaian untuk seorang yang menginjak-injak persatuan negeri..

Allah memperlihatkan kuasanya.. Bahwa Dialah yang paling perkasa di alam semesta ini..
Bahwa Dialah Raja di Raja dari seluruh makhluk di dunia ini..
Bahwa hanya kehendakNyalah yang akan terjadi. Sebesar apapun kuasa manusia, dalam hitungan detik mampu Dia porak porandakan dalam sebuah takdir yang Ia kehendaki..

Hari ini seluruh mata negeri akan berpaling ke jantung pertiwi..
Semua hati yang memiliki iman akan bergerak menunjukkan bahwa kitalah negeri dengan muslim terbesar di dunia ini..
Bahwa kita bukanlah sekumpulan buih yang banyak namun tak memiliki arti..
Bahwa jiwa ini walau penuh maksiat, bahwa diri ini walau berlumur dosa, bahwa hati ini walau selalu jatuh dalam kesalahan, tapi masih memiliki iman di hati..

Kami sakit ketika QalamMu dihinakan..
Kami marah ketika ayatMu yang suci di nistakan..
dan kami rela mati demi menunjukkan padamu duhai Kekasih hati..

KAU tetap selau bersemayam di hati.. Walau kami hina dengan segala dosa. Tapi di hati kami duhai Rabbul Izzati..
Kau pemilik kekuasaan tertinggi..

Inilah kami.. HambaMu yang kau letakkan dala pertiwi nan Indah yang membuat semua negeri lain iri..
Inilah kami wahai Ilahi, HambaMu yang kau takdirkan lahir dan besar di negeri ini..
Inilah kami.. Putra Putri Indonesia..

Negeri Tauhid paling besar di dunia..

Yang merdeka dengan teriakan Allahu Akbar..
Kami pastikan.. Di sini..

Di negeri kami..

Tak akan ada yang boleh merendahkan AsmaMu..

Karena kami Putra Putri Ibu Pertiwi..
Karena kami HambaMu yang berserah diri..

*semangat bagi kalian yang sedang berkumpul di jantung ibu kota.. Semoga Allah merahmati.. Dengan penjagaan terbaikNya...

ALLAHU AKBAR...

By : Aztriana 'Cenceng'
Murabbiyah UMI Makassar


Barru, 04 November 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover