AKSI 212 -THIS IS HISTORY-


Siapa sangka aksi ini membuat seluruh mata Indonesia terbuka.. Yap, saya merinding hebat. Inikah kuatnya Islam? Inikah persatuan yang begitu kami rindukan di Indonesia?

Semenjak kejadian pak Ahok yang telah menistakan agama, maka berbondong-bondonglah rentetan kejadian demi kejadian, yang akhirnya membuat kami para muslim-muslimat menyadari ini masalah agama kita, Islam.

Semenjak pak Ahok mengatakan hal yang telah menyinggung isi Al-Qur’an, bukan hanya hambaNya, bahkan seluruh dunia dan seisinya pun gentar akan perkataan seorang yang merupakan ciptaan Allah tersebut. Ini bukan masalah intervensi ataupun poilitik, bahkan bukan karena non-muslim ataupun keturunan. Ini hanya masalah pelecehan, apalagi Al-Qur’an. Kalam Ilahi. Inna lillah..

Sosok pak Ahok dapat dikata hebat, satu sosok itu telah membuat kami muslim-muslimat se Indonesia bahkan se dunia, segera bergerak, bersatu. Mengumpulkan massa hingga berjuta langkah, dan menggetarkan hati hingga milyuran bahkan billyunan. Tentu saja, tanpa ia sadari. Dan kami sadari.

Tak ada kata yang tepat untuk menggambarkan peristiwa aksi 212 kemarin. Ini sungguh sejarah. Kami akan menceritakan kisah-kisah ini pada keturunan nantinya. Sehingga mereka akan menjadi kuat.

Pernah, aku berpikir ketika menyaksikan negara-negara Islam seperti Palestina, Yaman, Suriah, dll, dijajah oleh para pemberontak kapitalis sehingga rakyatnya tetap berada dalam pasukan yang gigih mempertahankan negaranya, aku berkata dalam hati.. bagaimana bangsa Indonesia melawan kapitalis tak terlihat itu di dalam bangsanya sendiri?

Akhirnya, pertanyaanku terungkap. Bahwa kami, bangsa Indonesia bisa. Ternyata bisa, Insya Allah. Aksi super damai 212 menjawabnya. Aku begitu bersyukur bahwa ketika begitu banyak masalah dalam bangsa kami, dan puncaknya ketika seorang pemimpin –mungkin tanpa ia sadari- yang tak menjaga lisannya juga adabnya telah menjatuhkan dirinya sendiri karena obsesinya terhadap jabatan, akhirnya membuat para kaum muslim-muslimat terpanggil jiwanya..

Dan jiwa ini pula dapat menjawab rasa tanyaku pada bangsa ini. Kketika disuarakan tentang pemersatu bangsa, mengapa masih banyak perbedaan hanya karena suku, agama, dll. Masalah pekik perbedaan ormas agama ketika penentuan hilal, perbedaan mazhab, fiqih, juga perbedaan kultur dalam suatu daerah. Akhirnya, yang aku rindukan, yang semua umat muslim Indonesia rindukan, bahwa melihat semua ulama, kiyai, ustads terkenal atau tidak terkenal bersatu dalam satu panggung. Tanpa meyandang status NU, Muhammadiyah, PKS, HT, Wahdah, PII, dsb.. Bahwa ini ISLAM. We are the Muslim. Ini karena Al-qur’an. Bukan untuk siapa-siapa, bukan karena apa-apa. Just Lillahi ta’ala..

Indonesia, bisa melawan kapitalis bangsanya dengan pemersatu iman dalam dadanya. Mereka berkumpul tanpa mengenal jauh jaraknya, biayanya, dsb karena iman dalam dadanya. Toh, ternyata Allah telah mengumpulkan kemudahan demi kemudahan diJakarta. Begitu banyak bahan logistik, terapi pijat, dsb, mereka rela meluangkan segala harta bendanya karena iman dalam dadanya.

Ketika, pemilik bus PO Haryanto mengatakan “aku mending tak memiliki apa-apa, daripada menjadi musuh Tuhan”. Masya Allah, siapa yang mau menjadi musuh Tuhan, ketika Dia lah yang memberikan kita kehidupan. Syukur kita tidak menjadi hamba yang lalai dariNya. Sedang, salah satu mujahid mengatakan di sosial media, “begitu banyaknya makanan sehingga kami terpaksa menolak dengan halus karena kami telah makan (kenyang)”. Masya Allah, ketika surah Al-Maidah : 51 tersebut dilecehkan, maka bukti dari surah Al-Maidah ayat 5, terjadi disana. Logistik untuk 7 juta lebih ummat telah memberikan pemasukan trilyunan bagi negara. Mulai dari transportasi, logistik, penginapan, hotel, restoran, dll. Tidak hanya memikirkan sampah, makar bahkan cakar.

Indoensia, inilah yang sangat aku rindukan. Indonesia, telah dirahmati oleh Allah. Menjadi role model bagi seluruh dunia. Menjadi trending topic se Internasional. Menunjukkan jati diri islam yang sesungguhnya. Indonesia, bukan negara para Nabi, namun ia negara tauhid paling banyak. Tak henti hati-hati para muslimin bergetar, bersyukur, dan berjuang bersama jama’ah. Aku sangat bangga pada Indonesia kali ini. Masyarakatnya, kedamaian yang mereka timbulkan, dsb. Sulit sekali untuk mengungkapkan betapa terharunya hati ini. Merinding..

Mengingatkan kisah para Muhajirin dan Anshar di zaman Rasulullah SAW, kecintaan mereka satu sama lain karena Islam. Rasanya, aksi kemarin seperti kaum Muhajirin dan Anshar. Seperti kaum Ciamis, khilafah dan santri Ciamis berjalan ratusan kilometer ke Jakarta dengan 10.000 orang. Sehingga menggerakkan manusia hingga 7 juta lebih ke Jakarta. Dari seluruh pelosok Indonesia. Seperti kaum Muhajirin dan Anshar, Ciamis dan Jakarta, seluruh daerah dan Jakarta. Pendatang dan penetap. Para musafir dan lokal.

Semogaa, dengan aksi super damai kemarin, akhirnya keadilan dan penegakan hukum di Indonesia berubah lebih baik. Bukan karena politik, warna politik, dsb. Sudah saatnya Indonesia lebih baik lagi, dengan kejadian ini menyadarkan kita semua. Indonesia patut melihat negara-negara Muslim yang berkembang. Bahkan negara-negara non-Muslim yang telah maju. Terlebih, negara-negara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei. Rengkuh pemuda-pemudi yang cerdas, seperti kata Ust. Aa Gym, bukan hanya kerja tapi juga akhlak, untuk mau membangun Indonesia. Tidak menjadikan pribadi individualis, pribadi pengangkat partai, pribadi kepentingan keluarga untuk dijadikan sentral kepemimpinan. Tapi ada strong why untuk motivasi yang begitu besar dan paling tinggi adalah li Allah ta’ala.

Semogaa, yang membela Al-Qur’an, agar Al-Qur’an juga menjadi pembela kita di Akherat kelak. Walaupun jasad ini tak berada disana. Aamiin..
Dan dengan bangga aku mengatakan, Inilah Islam... Inilah Islam... Inilah Islam..


-semoga Bermanfaat-


Aksi 4122016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover