MONOKROM MISTERI
Ada sebuah kisah unik dan apik.
Kisah yang sangat menyentuh untuk dipahami oleh sebagian orang. Ini kisah
tentang seorang gadis tentang hidupnya. Sebagai sahabat, tentu saja aku harus
menjadi pendengar dan penyejuk hati baginya. Sabrina, begitulah biasa aku
panggil.
Entah
bermula bagaimana pula, sulit jari-jemariku melangkah ketikan demi ketikan
untuk menceritakan. Dan entah kenapa pula aku berani memulainya. Cerita tentang
perasaannya yang hampir mati selama bertahun-tahun. Lalu lama kelamaan, mulai
terobati dengan sendirinya.
Pertemuan
dengan seseorang telah mengubah segalanya. Terutama dari hati yang terselubung
menahun waktu demi waktu. Aku banyak belajar dari kisahnya. Semoga menjadi
inspirasi khalayak..
Bermula
ketika Sabrina secara tidak sengaja bertemu dengan seorang yang jauh sama
sekali dari perkiraannya. Namanya Fatah, itu yang dikatakan orang-orang.
Sabrina awalnya tidak menganggap ia aneh atau bahkan beda agama. Ia seperti
lelaki biasa pada umumnya. Sabrina tidak mau ambil pusing dan memilih
mengerjakan yang lain.
Lambat
laun, rentetan kejadian demi kejadian mulai terjadi. Tanpa Sabrina sadari.
Dimulai dari timing yang pas,
pembicaraan yang hanya sebatas profesi, dan segala macam bentuk pertemuan.
Semua seperti mengalir begitu saja.
Lelaki
yang bernama Fatah ini, mendekat dengan cara yang tak biasa. Bukan mencoba
merayu atau mengganggu. Namun dengan cara yang Allah tetapkan. Dan dengan
lembut cukup mengganggu pikiran Sabrina yang penasaran.
Rasa
tertarik itu mulai muncul. Hanya tertarik. Karena ia merasa hanya perempuan
biasa yang mungkin dikaruniai bisa disukai oleh seseorang seperti Fatah. What
he likes from me? With I this simple life. Tapi Sabrina tak mau melangkah jauh
yang belum pasti. Ia tak mau larut dalam keegeran yang mengecoh. Cukup Allah
tempat bersandar.
Pada
saat itu hati Sabrina sedang lelah. Ia yang pernah menyimpan hati pada lelaki
sejak sekolah menengah atas, lelaki yang pernah mondok di Pesantren itu, dan
sekarang menimba ilmu di negeri para Nabi. Lelaki yang selalu menjadi
saingannya pada lomba ajang cerdas cermat. Lelaki yang pernah dekat, hanya
dekat, tak sampai memiliki hubungan khusus dengannya. Lelaki ini yang bernama
Darwan. Terlalu banyak kesedihan. Bahwa janji lelaki itu tak pernah ada yang
pasti kecuali bagi dia yang berani serius menjalani ke tempat yang halal.
Sabrina hanya ingin menjaga dirinya dari hal tersebut..
Tapi,
ketika beberapa lelaki datang ingin berusaha menyentuh hatinya. Dengan segala
profesi, latar belakang, sikap dan sebagainya, ia tak bisa luluh. Hatinya
seperti terpaku pada satu sosok. Ia tak bisa begini. Sabrina tak bisa
terus-terusan begini. Ia terus minta kekuatan kepada Allah. Diberi petunjuk.
Sekarang Darwan punya kehidupan yang berbeda dengan Sabrina. Pernah suatu
ketika, di sosmed, ia melihat Darwan telah memiliki hubungan yang serius dengan
seorang wanita. Tapi mereka belum halal. Hati kecil Sabrina bertanya, mengapa
Darwan yang lebih paham agama darinya bisa melakukannya? Ia lebih paham tentang
hubungan yang tak halal seperti itu. Wallahu a’lam...
Setiap
orang mempunyai persepsi berbeda-beda. Aku hanya ingin berpikir positif.
Sabrina dapat tegar dari persangkaanku. Hingga akhirnya Darwan pernah kembali
ke Indonesia. Sabrina memohon kepada Allah agar dipertemukan. Dan betullah
Allah tidak akan mengabulkan do’a hambaNya ketika itu tak baik untuknya dan
mengganti yang lebih baik untuknya. Ya, Sabrina dan Darwan tak pernah bertemu.
Selama 4 bulan lamanya di Indonesia, akhirnya ia balik lagi. Allah pun
mengganti pertemuan Sabrina dengan yang lain. Ketika Darwan masih satu bulan di
Indonesia, Sabrina tanpa sengaja dipertemukan dengan Fatah...
Pertemuan dengan Fatah dalam suatu lingkungan
bahkan komunitas, membuatnya semakin intens bertemu tapi berjarak. Hampir
setiap bulan. Entah kenapa ada saja. Sabrina tetap tawakkal kepada Allah.
Hingga suatu ketika, Sabrina yang tak pernah menyangka tentang Fatah pun, ia
mendengar semuanya. Tentang kehidupan Fatah yang sebenarnya. Fatah menceritakan
perjuangannya dalam mencari agama. Lalu hidayah datang pada Fatah. Hingga,
dengan cerita Sabrina, ia mengatakan sendiri bahwa sekarang ia yakin dengan
Islam..
Wah,
kemana aku selama ini.. i don’t hear ever before. Selama ini Sabrina dan aku
hanya dikelilingi oleh penganut agama islam sejak lahir yang tenang-tenang
saja. Dan tiba-tiba, aku bahkan terenyuh ketika Sabrina melanjutkan cerita
perjalanan rohani Fatah yang ia dengar. Sabrina paham, mungkin Fatah ingin
bersama dengan lingkungan yang Islami. Wallahu a’lam.
Dan
lebih dari itu semua.. akhirnya selama bertahun-tahun, rasa yang tidak pernah
bisa ia dapat dari beberapa lelaki setelah menyukai Darwan adalah Fatah pandai
mengambil hati. Especially, not normally way.
Selama
ini Sabrina hanya melihat Darwan dengan sosok ilmu agamanya yang lebih. Lalu Sabrina
tersadar, tidak semua rasa suka itu harus terpuaskan. Ada satu sosok yang ingin
mengenal Islam lebih jauh. Allah meletakkan pahala dakwahnya yang agung. Ada
sesosok yang selalu ingin didekatkan dengan keyakinan Tauhid dan belajar lebih.
Dan sesosok hidayah yang perlu dipertahankan. “Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada
agamaMu..”
Di
sisi lain, Sabrina yang hatinya sempat berkarat berusaha kembali bangkit. Ia
tak ingin terus-terusan berharap pada sesuatu tak jelas, perasaannya pada
Darwan. Darwan hanya masa lalu baginya, yang tidak ingin kembali lagi. Sabrina
mulai membuka pikiran bahwa ia memiliki banyak talent tersembunyi selama ini.
Ia mulai melirik arti pendidikan untuk membuatnya lebih baik. Ia ingin belajar
agama lebih bijak lagi. Bertemu dengan Fatah, ada hal tersendiri yang sulit
digambarkan. Jika pun Fatah tak merasa, Sabrina cukup bersyukur telah
mengenalnya. Jika pun Fatah menemukan beberapa kebaikan, Sabrina pun menyadari
beberapa kebaikan. Ketika mungkin Darwan hanya menginginkan sesuatu yang tak
dimiliki Sabrina, Sabrina hanya ingin sesosok yang menerima keterbatasannya
begitu pula sebaliknya.
Pribadi
Fatah mungkin terlihat sempurna dengan segala kelebihan dan keuletannya. Bukan
cuman kesuksesan yang ia punya. Tapi, Sabrina tidak terpengaruh hal tersebut.
Ia menjadi kasmaran ketika agama yang dicintai Allah, juga Fatah telah cintai
dan yakini. Sabrina menyukai prosesnya. Juga rasa simpatik Fatah terhadap dirinya.
Dan segala bentuk pertemuan yang Allah siapkan untuknya yang menjadikan Sabrina
dan Fatah semakin dekat. Wallahu a’lam..
Sabrina
bahkan mengatakan kepadaku bahwa sebelumnya ia telah menyukai seseorang yang sudah kental agama belum lagi keluarganya
yang paham agama. Namun, semua telah berubah 360 derajat. Malah Allah telah
mengubah rasa suka itu kepada lelaki yang baru menyakini agama Islam dan
keluarganya yang tak begitu kental terhadap agama Islam. Masya Allah.. Kembali
Allah memperlihatkan kuasanya terhadap perjuangan-perjuangan dalam berdakwah.
Pasti Allah mempunyai maksud dari semua ini...
Aku
mengingatkan pada Sabrina, bahwa cinta sebelum pernikahan hanyalah semu.
Setelah pernikahan barulah yang sejati. Sabrina juga takut semua hanyalah
ilusi. Ia tak ingin sakit kedua kalinya. Dan penantian yang lebih baik adalah
dengan menjaga iman dan hati kita. The stability and suitability of the soul
that is needed after the religion. If will be seriously, will be coming. Wallahu
a’lam bisshawwab.
Aku
kembali bertanya.. bagaimana selanjutnya? Ia hanya mengatakan, siapapun lelaki
itu, tanpa memandang apapun, ia hanya perlu tawakkal dan ikhtiar. Segera
dipermudah langkahnya, senantiasa dijaga dalam kebaikan dan keistiqamahan. Jawabnya
dengan senyum.
Aku
menunggu cerita selanjutnya, Sabrina...
**Bersambung ....
*Ide cerita oleh Herma Jufri
Barru, 25 Desember 2016
Komentar
Posting Komentar