HANYUT BERSAMA ANGIN



Kata orang bijak, hidup ada sedih dan senangnya
Aku terkadang selalu meminta ketidakpastian hidup
Terjaring dengan laksana badik yang mengiris satu persatu
Kukembalikan jiwa dan raga pada sang Ilahi
Karena padanya aku semakin kuat

Kali ini terhempas terlantang-lantang
Bagai kapas hanyut diterpa angin
Ingin rasanya membuang semua ke laut
Satu demi satu perantara jiwa
Namun, laksana cukup dalam kenangan

Aku berseteru pada diri
Sudahilah saksi hati mengikat jasad
Karena ia butuh pedoman, ia butuh kebebasan
Biarkan mengalir dengan sendirinya
Karena Tuhan tak akan tinggal diam

Kali ini biarkan hidup masing-masing
Akan berlomba membuat sejarah
‘Kan dikutip melalui kepasrahan
Karena kebersamaan tak selamanya indah
Karena kebahagiaan ‘kan temukan jalannya sendiri

Hanyut dalam angin
Tak ingin berada dalam ketidakpastian
Tak ingin larut dalam kesedihan
‘Kan kujalani hidup pemberian dari sang Maha Hidup
Karena Dia tak akan menyia-nyiakan ku...

Barru, 20 Januari 2016
10.38 am

For : Ubud Writer National

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBRANI DAN PALESTINA

SIMPLE ORIGINALLY

Introver VS Ekstrover