Aku, senja dan dirinya
Warna warni menyala tapi sebenarnya putih merona, terlalu ribut dan crowded. Tapi, tetap saja menyenangkan.
Sering ribet dan berat, tiap bangun pagi serasa tak sanggup menghadapi. Tapi, entah kenapa ingin selalu senyum sendiri.
Kebingungan melanda, melawan gelombang masalah silih berganti. Tapi, mengingat kembali sungguh kenangan manis.
Aku senang di waktu senja. Selalu menikmati di waktu senja. Selalu ada kisah di waktu senja. Dan senja menerawang hatiku. Karena masih dengan cerita yang sama diriku dan dirimu.
Ada nilai plus minus rasanya. Tapi apakah perlu ada kesetaraan gender. Bagiku semua punya haknya masing-masing.
Setiap perempuan memiliki intuisi sendiri. Seperti sang Khadijah yang mampu menyuarakan perasaannya. Seperti Fatimah yang menyembunyikan perasaannya diam-diam.
Namun, aku sepertinya hanya memiliki jiwa Fatimah....
Makassar, 14 August 2017
Komentar
Posting Komentar