Benar, baik dan boleh
Satu pembelajaran berharga kali ini. Alhamdulillah, Allah mengabulkan do'aku ditengah2 yang saya tidak mengerti..
Kemarin, saya berdo'a agar saya mendapat penasehat akademik yang mampu betul2 membimbing. Dan berharap seorang yang saya kenal dan akrabi, seperti pak Firzan. Namun, setelah buka portal dan melihat nama PA, ternyata dosen yang sangat sangar bagi semua mahasiswa.
Tiba2, aku mengatakan dalam hati, 'Allah, kenapa dia? Aku meminta yang dapat membimbing. Tapi beliau?'.. Aku merasa Allah tak mengabulkan do'aku ketika itu.
Tapi, waktu berpijak. Aku yang sempat telat dapat info, akhirnya dipertemukan jua kepada beliau untuk minta tanda tangan KRS. Sempat mendzalimi beberapa teman karena menunggi keterlambatan saya. Alhamdulillah, mereka menerimaku..
Tiba saatnya kami bertemu dengan beliau. Pak Ilham. Itu biasa yang kami panggil. Sangat garang. Pertama, kami masuk dengan muka cupu dan sedikit takut. Kami berlima ditanya satu persatu. Ada yang bilang mau minta ttd, langsung diberi. Jika diminta bimbingan, malah kami ditanya sedetail-detailnya hingga salah seorang dari kami gugup untuk menjawab. Lalu, ada yang mengatakan ingin bertemu. Bapak bilang, oke kamu sudah ketemu sama saya. Silahkan keluar. Akhirnya kami berempat mendapat ttd bapak, kecuali yang satu yang mengatakan ingin bertemu.
Saya tahu dalam hati bapak hanya ingin menguji nyali kami sebagai mahasiswa apalagi kami sudah degree satu. Sudah lebih dari mahasiswa. Teman ku yang satu itu pun disuruh keluar dulu dan ketuk pintu kembali lalu mengatakan untuk minta ttd dan bimbingan.. Luar biasa, saya merasa kasihan. Tapii, ini membuat jiwa mahasiswa kami untuk belajar berani.
Setelah semua mendapat ttd, kami lalu diberi 'pencerahan'. Banyak hal. Banyak pertanyaan yang menguji sampai mana kualitas kami sebagai apoteker nantinya. Bukan teori tapi tindakan, nalar dan sosial.
Bapak bertanya, apa yang akan kalian lakukan jika pasien hanya mengharap kepada profesi lain seperti dokter atai perawat? Apa mereka tak mengharap kepada kalian? Apa yang menjadikan kalian dibutuhkan dirumah sakit misalnya? Bagaimana pengaruh kalian terhadap pasien? Apa peran apoteker sebenarnya dalam sosial? Apa peranmu penting? Pernahkah kalian lihat seorang apoteker mampu mengemban amanah atau kepala?
Banyak hal... Seakan memberitakan bahwa profesi kalian itu jangan hanya sebatas di apotek, membuka apotek, dsb.
Bapak ingin menekankan kepada kami untuk menjadi pribadi profesi apoteker yang kompeten. Menjadikan profesi apoteker jugaaa dicari oleh pasien.
Jangan sampai pasien bertanya obat pada yang bukan ahlinya. Padahal sebenarnya kalian lebih tahu. Berapa kuliah dan semester kalian mempelajari tentang obat. Dan semuaa, setiap hari, setiap saat...
"Benar.. Boleh.. Baik
Ketika kita yakin akan kita lakukan, maka harus benarr, baikk dan boleh. Karena ada beberapa macam yang benar dan baik tapi tidak boleh. Begitu pula sebaliknya. Jadikan itu yang menjadi pengingat dan kendali kalian. Ketika menjadi seorang apoteker, maka jadilah orang yang akan selalu memberi kenangan bagi pasien bahwa profesi kalian itu hebat.
Serta meningkatkan kinerja kualitas pribadi.
Banyak belajar jangan hanya dari dosen apalagi yang sudah tua karena zamannya sudh tidak cocok untuk kalian. Sekarang zaman intelektual, banyak pelajaran yang bisa didapat dari lingkungan, sosial dan sebagainya..
Camkan itu"
Sepertu itulah maknanya...
Banyak hal,
Sehingga kami yang awal masuk begitu takut dan serba parno hingga ditengah2 masih dibentak2 tapi endingnya malah memberikan kami lecutan semangat ubtuk menjadi pribadi yang lebih dikenal dalam hal profesi.
Saatnya masyarakat lebih mengenal ada profesi apoteker yang mampu memberikan kemaslahatan untuk kesehatan masyarakat.
Yahh, seperti itulah..
Allah menjawab do'aku, secara tak langsung tanpa saya sadari.. 😊😊😇
Unhas, 25 Agustus 2017
Komentar
Posting Komentar