Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

IMPIAN DI TENGAH MUSIM

“ Ketika cinta menjadi besar, keraguan terkecil adalah ketakutan. Ketika ketakutan kecil tumbuh besar, cinta yang besar tumbuh di sana .” -William Shakespeare- Banyak ragam dari arti sebuah perjalanan. Entah kenapa hingga hari ini aku masih bingung. Bingung dengan dirinya, diriku, dan semua penduduk Bumi. Curious, menyelimutiku. Saya hanya cemburu pada seseorang ketika ia pandai menunjukkan perasaannya sedang aku tak pandai. Hanya diam berkabut malu. Bukankah kodrat wanita adalah pemalu... Laba-laba itu mengintaiku lewat jaringnya. Seakan ingin berbisik tetap kuat. Terima kasih laba-laba... Lalu segerombolan semut mendekatiku, katanya aku manis. Tidak, aku tidak manis, semut. Ternyata mereka melangkah lain ke gelasku berisi susu Milo. Datanglah nyamuk mendarat halus di kulitku, hendak meminum darah kesunyian. Ambillah, jika memang ingin mengambilnya. Namun, nyamuk segera pergi sebelum menghabiskannya. Aku ingin bertanya pada hatiku, atau bertanya pada makhluk halus disebel...

MATA AIR

“ Jadilah seperti mata air yang dapat bermanfaat bagi sekelilingmu. Jangan menjadi mata air yang keruh, yang semakin diaduk akan semakin keruh. Mata air hanya muncul di sungai-sungai yang bergejolak. Jika ingin menjadi mata air, hanya kamu yang bisa menjawabnya. Belajarlah yang pintar dan jadilah ahli-ahli dibidangmu.” -Rudy Habibie movie- “ Selama dengan buku, kalian boleh memenjarakanku dimana saja, karena dengan buku, aku merasa bebas.” -Moh. Hatta- *** Semenjak berada di Ibukota, banyak hal yang dapat dipelajari. Aku sering bertanya, ‘mengapa ibukota harus berwajah seperti ini?’, ‘Mengapa ia tak tenang karena dihuni dengan orang-orang hebat dan intelektual?’. Memikirkan tinggal diperkotaan seperti Jakarta, akan membuatku berpikir seribu kali. Pertama kalinya naik kereta api dan singgah di beberapa stasiun. Paling menyenangkan di stasiun Jatinegara dan stasiun Universitas Indonesia. Jika melihat stasiun Jatinegara, saya seperti melihat peron di flim Harry Pott...

ROMANS (Again)

“Seperti cerita di dalam novel, kau dan aku adalah karakter yang dikendalikan sang narator. Dibuatnya kita jatuh cinta, didorongnya kita untuk saling mengumbar kata sayang. Untuk beberapa waktu lamanya semuanya terasa tak bercela, kau dan aku sama-sama yakin akan selalu bersama selamanya. Tapi di bab-bab selanjutnya, sang narator entah kenapa jadi sangat kejam. Semua berubah dan yang tersisa di hati kita hanyalah dorongan untuk saling menyakiti. Aku tak pernah tahu entah sejak kapan aku mulai menyangkal artimu bagiku. Kau pelan-pelan menjauh. Tak menyisakan apa pun kecuali perih yang menyayat hati. Cerita kita akhirnya bertemu ujungnya, tapi benarkah kau kini mulai melupakanku? Sudah tak sudikah kau menyimpan memori tentangku di benakmu? Atau, apakah aku memilih untuk terus merutuki garis nasib kita yang tak lagi bersimpangan? Kusampaikan rasa penasaranku pada sang narator. Rahangnya terkatup, malah larut dalam sunyi cerita. Ah, mungkin memang sudah nasib kita. Seperti malam tak ber...

HANYA DALAM HITUNGAN DETIK

Terhenyak saat melihat video singkat yang makin menjadi viral di penjuru negeri... Video dengan durasi sekian detik, mampu mengubah segala yang terjadi... Seorang yang semula arogan dengan mulut yang mengalirkan kalimat bak kotoran, seolah tak ada yang ditakuti.. Seorang dengan bangga dan jumawa, duduk di singgasana seperti Raja padahal dia hanya mendapat kedudukan seperti Raja yang pergi.. Tak sadar bahwa dulu bukan ia yang dipilih.. Tak sadar bahwa dia dulu tak pernah dihitung karena dia hanya pendamping dari sosok yang dikira rendah hati.. Tak sadar bahwa kedudukannya hanya warisan dari tahta kosong ibu kota yang terpaksa harus diisi.. Bukan dia yang rakyat ini dahulu pilih. Namun seseorang yang dianggap memiliki hati seorang pemimpin negeri karena berhasil membuat mobil karya anak negeri di sebuah kota kecil yang dulu asri.. Ah, namun dengan pongah ia menduduki singgasana jantung pertiwi, seolah tak ada kekuatan yang mampu menghakimi.. Melontarkan kata yang merupakan i...

FLASHCARD

Sungguh, aku iri dengan anakku yang berusia 6 tahun 1 tahun, dia tak membutuhkan uang, tak membutuhkan penghargaan, tak membutuhkan pangkat dan jabatan.. Dia jadikan dunia ini tempat bermain (bukan menjadikan dunia sebagai permainan, seperti yang dilakukan orang dewasa).. dia bertengkar.., 5 menit kemudian saling memaafkan.., dia tidak mengenal kata dendam, iri dan dengki..., dia tidak membandingkan siapa yang lebih sholeh diantara mereka.., tidak pula keluar dari mulutnya 'kamu kafir'.., 'kamu golongan munafik'..., 'aku muslim sejati'..., 'tempat kamu dineraka'..., seperti orang-orang dewasa katakan... Sepertinya orang-orang dewasa harus lebih banyak belajar tentang kehidupan dari anak kecil.. "Jadikanlah dunia ini sebagai tempat bermain bukan menjadikan dunia ini sebagai tempat permainan", itu kata anak kecil, right?? By : Edi Sutisna *Penulis Best Seller 

GUIDANCE

Tentang hidayah... “ Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (Al-Baqarah:269) Kita tidak pernah tahu, jalan hidup tiap orang bagaimana nantinya. Ada yang datar-datar saja, lahir sebagai bayi kemudian kanak-kanak masuk sekolah hingga SMA, lalu kuliah di jurusan yang memungkinkan mendapatkan pekerjaan yang menjanjikan. Setelah kuliah, bekerja, menikah, punya anak, punya cucu, dan...mati. Seperti itu saja, hidup yang terobsesi untuk mendapatkan tingkat yang lebih tinggi dan bahagia di dunia. Saat menjalani kehidupan, kita kadang melupakan hakikat kehidupan adalah menghamba kepada Allah SWT. Dari sekian itu, banyak pula yang menyia-nyiakan hidupnya. Namun berbekal dengan pemahaman bahwa hidup ini tidak mesti yang datar-datar saja. Sekali-kali membutuhkan tantangan. Hidup ini memang tantan...